Filantropi Islam memiliki peran strategis dalam menerjemahkan nilai keagamaan menjadi tindakan saling menolong yang nyata pada tingkat komunitas. Di Jorong Simauang Hilia, Gerakan Sedekah Subuh Jumat dikembangkan pada masa Kuliah Kerja Nyata tahun 2026 sebagai kegiatan sederhana, sukarela, dan dapat dikelola secara lokal untuk memperkuat kepedulian sosial serta ukhuwah Islamiyah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan berbagi secara rutin, menyediakan ruang refleksi keagamaan, dan menciptakan interaksi sosial langsung melalui penyiapan serta pembagian konsumsi kepada warga. Pelaksanaan menggunakan pendekatan aksi partisipatif yang mencakup observasi, koordinasi dengan masyarakat, edukasi singkat mengenai etika sedekah, penghimpunan atau penyiapan kontribusi secara sukarela, pembagian dan makan bersama, dokumentasi, serta refleksi kolektif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, dialog informal, catatan lapangan, dan foto kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menunjukkan capaian awal kualitatif berupa partisipasi warga sesuai kemampuan, pengelolaan konsumsi yang praktis, terciptanya interaksi ramah lintas kelompok usia melalui makan bersama, serta penguatan makna ikhlas, amanah, dan kepedulian melalui pembacaan Al-Qur'an atau diskusi keagamaan. Kontribusi program ini ialah model filantropi Islam berbasis lingkungan dan kegiatan keagamaan yang berbiaya rendah serta mengintegrasikan ibadah, pelayanan sosial, dan penguatan hubungan masyarakat tanpa membutuhkan infrastruktur rumit. Daftar hadir, nominal sedekah, klasifikasi penerima, dan pengukuran jangka panjang belum tersedia sehingga artikel tidak mengklaim peningkatan secara numerik. Keberlanjutan program memerlukan jadwal yang disepakati, pencatatan transparan, partisipasi sukarela, distribusi yang adil, pembagian tanggung jawab secara bergilir, dan evaluasi berkala bersama tokoh masyarakat.