p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ngejha
Toton Fanshurna
Perbankan Syariah, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PENSIUN MELALUI SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN SPTB BAGI PENSIUNAN ASN DI BANK MANDIRI TASPEN KC JEMBER Toton Fanshurna; Wilda Moholaduh; Firman Firman
Ngejha Vol. 6 No. 1 (2026): Ngejha
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/nja.v6i1.2567

Abstract

Transformasi digital pada pelayanan pembayaran manfaat pensiun menuntut penerima manfaat untuk memiliki kemampuan dalam memahami prosedur administrasi dan memanfaatkan layanan autentikasi berbasis teknologi. Kenyataannya, sebagian pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi administrasi, keterbatasan literasi digital, serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur Surat Pernyataan Tanda Bukti Diri (SPTB) yang berpotensi menghambat kelancaran pembayaran manfaat pensiun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pelayanan perlu diimbangi dengan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas penerima manfaat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemandirian pensiunan ASN dalam melaksanakan administrasi SPTB melalui penerapan model Participatory Administrative Assistance (PAA). Model ini menempatkan peserta sebagai subjek aktif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, edukasi administrasi, praktik terbimbing, pendampingan individual, refleksi, dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan di Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Jember dengan melibatkan 45 pensiunan ASN menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Evaluasi dilakukan melalui observasi, pre-test, post-test, dan penilaian kemampuan peserta dalam menyelesaikan administrasi SPTB secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan rata-rata pemahaman peserta dari 59% menjadi 92%. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyiapkan dokumen, mengisi formulir, memahami mekanisme autentikasi, serta menyelesaikan administrasi pembayaran pensiun secara mandiri. Program juga menghasilkan luaran berupa model pendampingan administrasi, media edukasi berbentuk leaflet, serta rekomendasi penguatan edukasi administrasi bagi mitra. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi, pendampingan individual, dan praktik langsung merupakan strategi efektif dalam meningkatkan literasi administrasi masyarakat lanjut usia sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan pembayaran manfaat pensiun.
OPTIMALISASI PENATAAN ARSIP DIGITAL BERBASIS ECO-FRIENDLY DALAM MENDUKUNG EFISIENSI ADMINISTRASI PELAYANAN PENSIUN Toton Fanshurna; Martalia Nur Rohmatin; Nailatul Karomah
Ngejha Vol. 6 No. 1 (2026): Ngejha
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/nja.v6i1.2568

Abstract

Transformasi digital mendorong organisasi pelayanan mengembangkan pengelolaan arsip yang lebih sistematis dan efisien melalui tata kelola informasi yang tidak berhenti pada proses pemindaian dokumen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan penataan arsip digital berbasis eco-friendly untuk mendukung efisiensi administrasi pelayanan pensiun di Bank Mandiri Taspen KCP Banyuwangi. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, identifikasi dokumen, digitalisasi, penataan arsip digital, dan evaluasi proses. Sebanyak 243 dokumen Surat Keputusan (SK) pensiun dengan total sekitar 1.944 halaman berhasil diproses. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 94,2% dokumen memenuhi standar keterbacaan pada pemeriksaan pertama, sedangkan sisanya memerlukan pemindaian ulang sebagai bagian dari validasi kualitas. Penataan folder digital dan penerapan pola penamaan file yang konsisten mempercepat penelusuran dokumen dari sekitar 5–10 menit menjadi 1–3 menit. Selain meningkatkan efisiensi temu kembali informasi, kegiatan ini mendukung praktik paperless administration melalui pengurangan ketergantungan pada reproduksi dokumen fisik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penataan arsip digital memperkuat tata kelola informasi melalui integrasi teknologi, prosedur kerja, dan kompetensi pengguna.