Agestra Agestra
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN EKSTRAKURIKULER SISWA BERDASARKAN MINAT DAN BAKAT MENGGUNAKAN METODE SMART DAN MOORA Agestra Agestra; Yaslinda Lizar
Jurnal Ilmu Terapan dan Multidisipliner (JITM) Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56207/jitm.v1i2.857

Abstract

Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat siswa merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan potensi akademik maupun non-akademik siswa di sekolah. Permasalahan yang sering terjadi adalah penentuan prioritas ekstrakurikuler unggulan masih dilakukan secara subjektif berdasarkan asumsi dan tren sesaat, tanpa mempertimbangkan akumulasi profil minat, bakat, dan kemampuan finansial siswa secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam menentukan prioritas kelayakan 6 alternatif ekstrakurikuler (Futsal, Basket, Informatika, Tari, Pramuka, dan Paskibra) menggunakan integrasi metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) dan MOORA (Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis). Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen penilaian berbasis 6 kriteria, yaitu Minat (C1), Bakat (C2), Nilai Akademik Pendukung (C3), Kedisiplinan (C4), Kesehatan Fisik (C5), dan Biaya Perlengkapan (C6) sebagai atribut cost, yang diterapkan pada 10 siswa sampel. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa integrasi SMART dan MOORA menghasilkan peringkat yang konsisten dan terstruktur, dengan Informatika (A3) memperoleh nilai optimasi MOORA tertinggi (Yi = 0.2828), disusul Pramuka (Yi = 0.2672) dan Tari (Yi = 0.2651). Temuan ini dapat menjadi acuan strategis bagi sekolah dalam pembinaan kegiatan kesiswaan dan alokasi anggaran sarana prasarana ekstrakurikuler secara lebih terencana dan terukur.