This Author published in this journals
All Journal Mahaguru
Rina Ursulla Manik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proyek Majalah Dinding sebagai Ruang Pengembangan Kreativitas Siswa di SD Negeri 064984 Medan Rina Ursulla Manik; Berlianti Berlianti; Zulham Efendi
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah DasarĀ  Vol. 4 No. 2 (2023): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/mgr.v4i2.462

Abstract

Kreativitas siswa sekolah dasar berkembang ketika pembelajaran menyediakan ruang untuk mengeksplorasi ide, memilih cara bekerja, menghasilkan karya, dan memperoleh apresiasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan proyek majalah dinding (mading) sebagai ruang pengembangan kreativitas siswa di SD Negeri 064984 Medan serta mengidentifikasi respons belajar yang teramati selama kegiatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis kegiatan. Data yang tersedia berupa catatan pelaksanaan, artefak karya, dan dokumentasi visual kegiatan. Proyek dilakukan dengan menyiapkan bahan sederhana seperti kain flanel, kertas origami, spidol, dan pensil warna; siswa diberi kesempatan mengembangkan kreasi, kemudian karya diapresiasi dan ditampilkan pada mading sekolah. Hasil memperlihatkan variasi ekspresi visual, antusiasme yang tinggi, keterlibatan siswa yang sebelumnya kurang aktif, keberanian menyampaikan gagasan melalui karya, interaksi antarsiswa, serta kepercayaan diri yang tampak selama kegiatan. Temuan menunjukkan bahwa mading dapat berfungsi sebagai lingkungan belajar kreatif yang murah, kontekstual, dan memberi ruang pengakuan terhadap karya siswa. Karena penelitian tidak menggunakan instrumen kreativitas atau pengukuran inteligensi terstandar, temuan dipahami sebagai gambaran proses dan respons kreatif yang teramati, bukan sebagai bukti peningkatan kecerdasan secara kausal.