This study aims to describe and analyze the implementation of the Field Practice Project (PPL) by students of Sekolah Tinggi Teologi Efata Salatiga in the church planting ministry at GPIAI Efata Sejowet. This research employs a descriptive qualitative method with a field study approach, conducted over six months, from January to July 2025. Data were collected through direct observation, interviews with church members and local community leaders, and documentation of ministry activities. The results show that the PPL significantly contributes to shaping the character and ministry competencies of the students, while also directly impacting the growth of the local church. The ministry began by reaching two families and grew to include six families with a total of 32 members. Activities included home visits, Sunday worship services, small group fellowships (Komsel), and involvement in social activities within the community. Tangible outcomes of this ministry include baptisms, marriage renewal ceremonies, and child dedications. These results reflect the relevance of a relational, contextual, and holistic approach to ministry. This study affirms the importance of PPL as a means of spiritual and social transformation, both for the students andthe communities they serve.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan Proyek Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Efata Salatiga dalam pelayanan perintisan jemaat di GPIAI Efata Sejowet. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan, yang dilaksanakan selama enam bulan, dari Januari hingga Juli 2025. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan jemaat dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi kegiatan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPL memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter dan kompetensi pelayanan mahasiswa, serta berdampak langsung pada pertumbuhan jemaat lokal. Pelayanan dimulai dengan menjangkau dua keluarga dan berkembang menjadi enam keluarga dengan total 32 jiwa. Kegiatan yang dilakukan meliputi kunjungan rumah, ibadah Minggu, Komunitas Sel (Komsel), serta partisipasi dalam aktivitas sosial masyarakat. Hasil nyata dari pelayanan ini adalah pelaksanaan baptisan, pembaharuan nikah, dan penyerahan anak. Keberhasilan ini mencerminkan relevansi pendekatan pelayanan yang relasional, kontekstual, dan holistik. Studi ini menegaskan pentingnya PPL sebagai sarana transformasi spiritual dan sosial, baik bagi mahasiswa maupun komunitas yang dilayani.