Yefta Yan Mangoli
Sekolah Tinggi Teologi Efata Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pekerjaan Roh Kudus Dalam Transformasi Manusia Menuju Keutuhan Dalam Kristus Yefta Yan Mangoli; Djunaedi Djunaedi
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 5, No 3 (2025): Ritornera Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia - Desember 2025 (This Issue is Sti
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v5i3.146

Abstract

The transformation of humans toward wholeness in Christ is the essence of true Christian life. In a world marred by sin, humans experience broken relationships with God, others, and even themselves spiritually, psychologically, socially, and physically. This study is motivated by the need to understand the role of the Holy Spirit as a divine person in the comprehensive process of human restoration and transformation. The purpose of this paper is to explore and explain how the work of the Holy Spirit transforms humans toward wholeness in Christ, encompassing spiritual, psychological, social, and physical aspects that unite in the formation of a new character. This research employs a qualitative descriptive method with a systematic theological approach, analyzing biblical texts and contemporary theological literature. The findings show that the Holy Spirit not only renews the human spirit but also shapes a healthy psychological identity, restores broken social relationships, and encourages the stewardship of the body as the temple of God. This process is evident in the fruit of the Spirit such as love, patience, and self-control, which manifest the character of Christ. The transformation worked by the Holy Spirit results in an authentic life that glorifies God and becomes a testimony and agent of change within family, church, and society. This study emphasizes that character formation by the Holy Spirit must be continuously deepened through spiritual disciplines and contextual faith development.AbstrakTransformasi manusia menuju keutuhan dalam Kristus merupakan inti dari kehidupan Kristen yang sejati. Dalam realitas dunia yang penuh dengan kerusakan akibat dosa, manusia mengalami keterputusan relasi dengan Allah, sesama, bahkan dirinya sendiri secara spiritual, psikologis, sosial, dan fisik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami peran Roh Kudus sebagai pribadi ilahi dalam proses pemulihan dan transformasi manusia secara menyeluruh. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggali dan menjelaskan bagaimana pekerjaan Roh Kudus mengubah manusia menuju keutuhan dalam Kristus, mencakup aspek spiritual, psikologis, sosial, dan fisik yang menyatu dalam proses pembentukan karakter baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis sistematik serta analisis teks Alkitab dan literatur teologi kontemporer. Adapun hasil kajian menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak hanya membarui roh manusia, tetapi juga membentuk identitas psikologis yang sehat, memperbaiki relasi sosial yang rusak, dan mendorong pengelolaan tubuh sebagai bait Allah. Proses ini terlihat dalam buah Roh seperti kasih, kesabaran, dan penguasaan diri yang menjadi manifestasi karakter Kristus. Transformasi yang dikerjakan Roh Kudus menghasilkan kehidupan yang autentik, memuliakan Allah, serta menjadi kesaksian dan agen perubahan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter oleh Roh Kudus harus terus diperdalam melalui disiplin rohani dan pembinaan iman yang kontekstual.
Konseling pastoral dalam membangun karakter kejujuran: Psikospiritualitas dalam bingkai iman Kristen Yefta Yan Mangoli; Lie Ja Hwe
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 16 No. 2: Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil (STAPIN) Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v16i2.152

Abstract

Penelitian ini membahas kejujuran sejati sebagai salah satu nilai moral dan spiritual yang fundamental dalam kehidupan manusia, dengan fokus pada relasi dengan Tuhan. Masalah utama yang diangkat adalah tingginya tingkat ketidakjujuran dalam kehidupan sosial dan bagaimana kejujuran yang autentik dapat diwujudkan melalui pengalaman iman yang mendalam. Urgensi penelitian ini terletak pada pemahaman kejujuran tidak hanya sebagai norma etis, tetapi sebagai hasil dari hubungan spiritual yang otentik dengan Allah, yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif teologis, psikologis, dan konseling pastoral untuk menggambarkan kejujuran sebagai panggilan holistik yang menghubungkan aspek pribadi, relasional, dan komunitas dalam kehidupan iman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup sumber-sumber Alkitab, teori perkembangan moral, dan praktik konseling pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran sejati mencerminkan karakter Allah yang terwujud melalui transformasi Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Kejujuran ini bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga ekspresi iman yang mendalam, yang memungkinkan integritas hidup dan pemulihan dalam konseling pastoral serta menjadi kesaksian profetis dalam gereja dan masyarakat.
Fenomena Kerasukan Setan Pada Orang Kristen: Kajian Teologis Terhadap Perdebatan Kontemporer Yefta Yan Mangoli; Hilderia Damanik
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 17 No. 1: Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil (STAPIN) Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v17i1.191

Abstract

The phenomenon of demon possession among Christians remains a subject of debate in contemporary Christian theology because it is closely related to the doctrines of salvation, the work of the Holy Spirit, and spiritual warfare. Different interpretations of biblical texts have given rise to theological positions that either reject or accept the possibility of demonization in the lives of believers. This study aims to analyze the phenomenon of demon possession among Christians from a theological perspective and to formulate pastoral implications for the contemporary church. The research employs a qualitative method with a library research approach through a descriptive-critical analysis of relevant biblical texts and theological literature. The findings indicate that the Bible affirms the reality of demon possession but provides no explicit evidence that genuine believers can experience complete control by evil spirits. Nevertheless, Christians may still face spiritual oppression and attacks. Furthermore, phenomena often identified as demon possession may also be influenced by psychological and social factors. Therefore, churches need to develop an integrative, biblical, and responsible pastoral approach in addressing such cases.