Tiara Zakiyya Syahwa
S1 Gizi/Fakultas Ilmu Kesehatan, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Balita melalui Edukasi Gizi Seimbang, Kesehatan Lingkungan, dan Demonstrasi Masak Di RW 07 Purwosari, Surakarta Tiara Zakiyya Syahwa; Dzakiyyah Danni Fitriyani; May Sita Nur Cahya; Nurul ‘Azizah; Riska Natalia; Dodik Luthfianto; Retno Dewi Noviyanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sinar Surya Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sinar Surya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi balita tidak hanya berkaitan dengan kecukupan pangan, tetapi juga pengetahuan pengasuh,praktik pemberian makan, perilaku higiene, dan kondisi lingkungan. Program pemberdayaan masyarakatyang mengintegrasikan penyuluhan pentingnya gizi seimbang untuk balita, penyuluhan kesehatanlingkungan, dan demonstrasi masak di RW 07 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta.Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah, diskusi, demonstrasi,dan keterlibatan kader Posyandu. Kegiatan kesehatan lingkungan dilaksanakan pada 28 Juli 2024,sedangkan penyuluhan gizi dan demonstrasi masak pada 30 Juli 2024. Evaluasi dilakukan secara deskriptifmelalui jumlah peserta, respons selama penyuluhan, pertanyaan, keterlibatan dalam demonstrasi, dancatatan kendala lapangan. Penyuluhan gizi diikuti 15 ibu balita, penyuluhan kesehatan lingkungan diikuti60 warga RW 07, sedangkan demonstrasi masak diikuti 15 ibu balita. Produk yang diperagakan adalahnugget kentang berbahan ayam, brokoli, wortel, dan kentang. Peserta menunjukkan respons positif melaluiperhatian, pertanyaan, dan keterlibatan sebagian ibu dalam praktik memasak. Kendala utama adalahketidaksesuaian jumlah dan waktu kehadiran peserta serta benturan agenda komunitas. Hasil inimenunjukkan bahwa integrasi edukasi gizi, kesehatan lingkungan, dan praktik pengolahan pangan layakdigunakan sebagai pendekatan pemberdayaan berbasis Posyandu. Namun, karena kegiatan tidakmenggunakan pretest-posttest dan tidak mengukur perubahan antropometri, hasil tidak dapat ditafsirkansebagai bukti efektivitas terhadap pengetahuan atau status gizi.