p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INOMED
Ika Yasma Yanti
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN NON-SURGICAL INVASIVE MEASURES AND THE DISCOVERY OF MULTIDRUG RESISTANT ORGANISM INFECTIONS IN HOSPITALIZED PATIENTS AT RSUD BANTEN Seftia Yolanda; Ika Yasma Yanti; Yana Aurora Prathita
International Journal of Medicine and Public Health Vol 1, No 2 (2024): October
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/inomed.v1i2.25942

Abstract

Multidrug Resistant Organism (MDRO) infections have increased significantly worldwide, which can result in increased morbidity, mortality, and cause outbreaks that decrease hospital performance. Adhesion-colonization of MDROs can occur on non-surgical invasive equipment, which inpatients are usually given. The purpose of this study was to analyze the relationship between non-surgical invasive measures and the discovery of MDRO infections in inpatients at RSUD Banten. This study is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The research data used were medical record data of inpatients who had microbiological culture examination results at the RSUD Banten’s laboratory in the period January 2023-December 2023. The sampling technique used was simple random sampling with a sample size of 162 patients and used the chi square test in the form of univariate and bivariate analysis. There was a significant association (p=0.009) between non-surgical invasive measures and the discovery of MDRO infection in hospitalized patients at RSUD Banten (OR 2.580; 95% IC 1.246-5.341). Hospitalized patients who undergo non-surgical invasive measures have a higher risk of 2.580 times to be identified with MDRO infection, compared to hospitalized patients who do not undergo non-surgical invasive measures.Keywords : Non-surgical Invasive Measures, Infection, Multidrug Resistant Organism (MDRO), MDRO Infection
THE RELATIONSHIP OF SHIFT AND NON-SHIFT SYSTEMS ON OBESITY IN HEALTHCARE WORKERS RSUD BANTEN Arlyndelia Alfitri Haryadi; Ika Yasma Yanti; Yana Aurora Prathita
International Journal of Medicine and Public Health Vol 1, No 2 (2024): October
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/inomed.v1i2.25519

Abstract

Obesitas merupakan tantangan kesehatan yang besar bagi dunia terutama masyarakat Indonesia, obesitas termasuk salah satu dari lima faktor risiko utama yang terlibat dalam kejadian kematian dan kecacatan terbanyak di Indonesia. Pekerjaan dengan sistem kerja gilir berdampak buruk terhadap kesehatan yang melibatkan gangguan irama sirkadian sehingga meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer hasil pengukuran indeks massa tubuh responden. Subjek penelitian terdiri dari 144 tenaga kesehatan di RSUD Banten yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Dari 144 tenaga kesehatan RSUD Banten didapatkan sebanyak 44 responden (61,1% ) dengan pola kerja gilir mengalami obesitas  dan sebanyak 31 responden (43,1%) dengan pola kerja tidak gilir yang mengalami obesitas. Pada analisis didapatkan nilai p<0.05 dan OR 2,078 (1,068-4,04) sehingga secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara pola kerja gilir dan pola kerja tidak gilir dengan obesitas pada tenaga kesehatan di RSUD Banten. Terdapat hubungan yang antara pola kerja gilir dan pola kerja tidak gilir dengan obesitas pada tenaga kesehatan di RSUD Banten. Tenaga kesehatan dengan pola kerja gilir 2,078 kali lebih berisiko mengalami obesitas dibandingkan tenaga kesehatan dengan pola kerja tidak gilir.Kata Kunci: Obesitas, pola kerja gilir, pola kerja tidak gilir, gangguan irama sirkardian