Desetina Harefa
Methodist Theological University, Seoul, South Korea

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faith and the Coastal Shore: A Theological Reflection on Community Engagement in Pulau Buluh Timotius Togatorop; Rini Sumanti Sapalakkai; Jabes Pasaribu; Desetina Harefa; Johan Natanael Sitinjak
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2: September 2026
Publisher : Institut Agama Kristen REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/gzptpw42

Abstract

This article reports a qualitative study employing participatory and theologically reflective approaches to examine the Community Engagement Program conducted by the Undergraduate Theology Program of Sekolah Tinggi Teologi Real Batam in Pulau Buluh, Batam, Indonesia. Conducted on August 29, 2024, the program combined a coastal clean-up campaign and community education in collaboration with Free the Sea, local leaders, and residents. Drawing on field observation, participatory dialogue, and theological reflection, the study argues that grassroots ecological action constitutes an embodied and contextual enactment of the cultural mandate (mandatum culturae). The findings suggest that such action cultivates ecological awareness while reflecting a Pentecostal/charismatic missiological sensibility that integrates creationcare with the Church’s spiritual and social mission. The study concludes that environmental stewardship is an integral expression of Christian faith and mission and that theological institutions can translate ecological convictions into participatory, community-based practices of creation stewardship. Abstrak Artikel ini melaporkan penelitian kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan reflektif-teologis untuk mengkaji Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Program Studi Sarjana Teologi Sekolah Tinggi Teologi Real Batam di Pulau Buluh, Batam, Indonesia. Program yang dilaksanakan pada 29 Agustus 2024 ini memadukan aksi bersih pantai dan edukasi masyarakat melalui kolaborasi dengan Free the Sea, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Berdasarkan observasi lapangan, dialog partisipatif, dan refleksi teologis, penelitian ini menunjukkan bahwa aksi ekologis berbasis masyarakat merupakan perwujudan konkret dan kontekstual dari mandat budaya (mandatum culturae). Temuan menunjukkan bahwa tindakan tersebut menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus mencerminkan sensibilitas misiologis Pentakostal/Kharismatik yang mengintegrasikan pemeliharaan ciptaan dengan misi spiritual dan sosial Gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa tanggung jawab lingkungan merupakan bagian integral dari iman dan misi Kristen serta menunjukkan bahwa lembaga pendidikan teologi dapat menerjemahkan keyakinan ekologis ke dalam praktik pemeliharaan ciptaan yang partisipatif dan berbasis komunitas.