Sudirman
STAK Samarinda, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kompetensi Profesional Guru dalam Teologi Paulus Joyner C. W. Anthony; Teguh P. Saragih; Sudirman
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2022): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/5bgb1j26

Abstract

AbstractThe role of a teacher is essential to the success of learners. The success of an education is determined by a teacher's professional and also his commitment to a profession that was pursued as a teacher. In an effort to improve the success of education, the teacher has a strategic position that is greatly influenced by the teacher's professional competence in teaching and the teacher's level of well-being. A teacher is shown to be a professional when following common requirements of teacher law, to do his work according to rules, ethics, qualities that meet standards and norms that also require professional education. The negative effects of a teacher's unprofessional indifference can be felt by learners as well as parents or communities. The important role of a teacher's professional form is needed to complete the teacher's principal task as a broadening educator, also appearing in the opening of the 1945 bill. One bible character who provided an example and example as a professional educator both teaching and educating was Paul. He notes one form of his theology found at colossians 3:16-17, a scripture that provides a basis for a teacher to work ona professional assignment. The very foundation upon which Jesus himself lay the rife within or. AbstrakPeran dari seorang guru sangat penting bagi keberhasilan peserta didik. Keberhasilan dari suatu pendidikan ditentukan oleh sebuah keprofesionalitasan guru dan juga komitmennya atas profesi yang dijalani sebagai seorang guru. Dalam upaya untuk meningkatkan mutu keberhasilan pendidikan, guru memiliki posisi strategis yang sangat dipengaruhi oleh kompetensi profesional guru dalam mengajar serta tingkat kesejahteraan guru. Seorang guru dinyatakan sebagai seorang yang professional apabila mengikuti ketentuan umum dalam undang-undang guru, untuk melakukan pekerjaannya sesuai dengan kaidah, etika, kecakapan yang dapat memenuhi standar mutu serta norma yang juga memerlukan pendidikan profesi. dampak negative dari guru yang tidak professional guru dapat dirasakan oleh peserta didik dan juga orang tua atau pun masyarakat. Adanya peran penting dari suatu bentuk profesionalitas guru sangat diperlukan untuk melengkapi tugas utama guru sebagai pendidik yang mencerdaskan kehidupan bangsa, yang juga tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Salah satu tokoh Alkitab yang memberikan suatu teladan dan contoh sebagai pendidik yang mengajar maupun mendidik secara profesionalitas ialah Paulus. Ia menyatakan salah satu bentuk dari teologinya yang terdapat dalam Kolose 3:16-17, ayat yang menjadi dasar untuk seorang guru dapat mengerjakan tugasnya dengan sebuah keprofesionalitas. Dasar utama yang menjadi landasan dan pedoman adalah Yesus sendiri dengan segala kekayaan yang tinggal di dalam diri orang percaya. Maka penelitian ini memberikan ulasan serta penjelasan mengenai peran penting dari kompetensi profesionalitas guru dalam pandangan teologi Paulus.
Strategi Ayah dalam Membangun Budaya Santun Anak di Keluarga Kristiani Kosma Manurung; Sudirman
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/gas4re19

Abstract

Abstract Polite children are highly desired, hoped for, also needed by parents, extended families, communities, and God's church. Good manners are important for children to have, apart from being a superior character associated with their social intelligence, they are also a surefire recipe for building and maintaining social relationships, and are very connected to the brightness of a child's future. This article is intended to examine the strategy of fathers in building cultural support for children in Christian families. The narrative qualitative method and literature review were chosen in working on this article with the hope of being able to get a strong, systematic meaning, and have an academic foundation when discussing biblical narratives about politeness, the importance of politeness for a child, and father's strategies in building a polite culture in children. It was concluded that a father will play an optimal role in building a culture of politeness in children when he makes himself the main channel of children's education, forbids it at the child's level of understanding and uses the child's love language, and makes himself the closest model of politeness that can be seen by children. Abstrak Anak yang santun sangat diinginkan, diharapkan, juga dibutuhkan baik oleh orang tua, keluarga besar, komunitas masyarakat, maupun gereja Tuhan. Sopan santun penting anak-anak miliki selain karena itu merupakan karaker unggul yang terafiliasi dengan kecerdasan sosialnya juga merupakan resep jitu dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial, serta sangat berkaitan dengan kecerahan masa depan anak. Artikel ini bermaksud mencermati strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak di keluarga Kristiani. Metode kualitatif naratif dan kajian literatur dipilih dalam mengarap artikel ini dengan harapan mampu mendapatkan makna yang kuat, sistimatik, dan memiliki landasan akademik ketika membahas terkait narasi Alkitab tentang kesantunan, arti penting kesantunan bagi seorang anak, dan strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak. Disimpulkan bahwa seorang ayah akan berperan maksimal dalam membangun budaya santun pada anak ketika menjadikan dirinya saluran utama dari pendidikan anak, mengajarkannya pada tingkat pemahaman anak dan menggunakan bahasa cinta anak, serta menjadikan dirinya role model kesantunan yang paling dekat yang bisa di lihat oleh anak.