Kosma Manurung
STT Intheos Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Ayah dalam Membangun Budaya Santun Anak di Keluarga Kristiani Kosma Manurung; Sudirman
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/gas4re19

Abstract

Abstract Polite children are highly desired, hoped for, also needed by parents, extended families, communities, and God's church. Good manners are important for children to have, apart from being a superior character associated with their social intelligence, they are also a surefire recipe for building and maintaining social relationships, and are very connected to the brightness of a child's future. This article is intended to examine the strategy of fathers in building cultural support for children in Christian families. The narrative qualitative method and literature review were chosen in working on this article with the hope of being able to get a strong, systematic meaning, and have an academic foundation when discussing biblical narratives about politeness, the importance of politeness for a child, and father's strategies in building a polite culture in children. It was concluded that a father will play an optimal role in building a culture of politeness in children when he makes himself the main channel of children's education, forbids it at the child's level of understanding and uses the child's love language, and makes himself the closest model of politeness that can be seen by children. Abstrak Anak yang santun sangat diinginkan, diharapkan, juga dibutuhkan baik oleh orang tua, keluarga besar, komunitas masyarakat, maupun gereja Tuhan. Sopan santun penting anak-anak miliki selain karena itu merupakan karaker unggul yang terafiliasi dengan kecerdasan sosialnya juga merupakan resep jitu dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial, serta sangat berkaitan dengan kecerahan masa depan anak. Artikel ini bermaksud mencermati strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak di keluarga Kristiani. Metode kualitatif naratif dan kajian literatur dipilih dalam mengarap artikel ini dengan harapan mampu mendapatkan makna yang kuat, sistimatik, dan memiliki landasan akademik ketika membahas terkait narasi Alkitab tentang kesantunan, arti penting kesantunan bagi seorang anak, dan strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak. Disimpulkan bahwa seorang ayah akan berperan maksimal dalam membangun budaya santun pada anak ketika menjadikan dirinya saluran utama dari pendidikan anak, mengajarkannya pada tingkat pemahaman anak dan menggunakan bahasa cinta anak, serta menjadikan dirinya role model kesantunan yang paling dekat yang bisa di lihat oleh anak.
Mendalami Dampak Perselisihan Orang Tua terhadap Kecerdasan Emosional Anak di Keluarga Kristiani Kosma Manurung
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2024): maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/q7k6gr11

Abstract

Abstract Family harmony is the dream of every human being who builds a household ark. Unfortunately, sometimes the reality in the family presents different facts. Instead of harmony, what happens is that the dispute between the two parents is shown in front of their children. Every incident of dispute that is seen by children, must be left in their memory. In addition, this leaves scars on his heart which impact his emotional intelligence as well. This research seeks to explore the impact of parental disputes on the emotional intelligence of children in Christian families. It is hoped that the use of a narrative qualitative method that is strengthened by literature review is expected to be able to provide a strong, careful, and systematic description of the biblical narrative about parental disputes, children's emotional intelligence, and the impact of parental disputes on children's emotional intelligence in Christian families. It was concluded that parental disputes in Christian families had an impact on children's irritable behavior, lack of self-confidence, children's difficulties with empathy, and children experiencing moral degradation. Abstrak Keharmonisan keluarga adalah dambaan setiap insan yang membangun bahtera rumah tangga. Sayangnya kadang kenyataan di keluarga memaparkan fakta yang berbeda, bukannya keharmonisan malah yang terjadi justru perselisihan kedua orang tua yang dipertontonkan di hadapan anak-anaknya. Setiap peristiwa perselisihan yang dilihat oleh anak, pasti membekas dalam ingat mereka. Selain itu, hal ini meninggalkan luka pada hatinya yang berdampak juga pada kecerdasan emosionalnya. Penelitian ini berupaya mendalami dampak perselisihan orang tua terhadap kecerdasan emosional anak di keluarga Kristiani. Penggunaan metode kualitatif naratif yang diperkokoh kajian literatur diharapkan mampu memberikan gambaran yang kuat, cermat, serta sistimatik terkait narasi Alkitab tentang perselisihan orang tua, kecerdasan emosional anak, dan dampak perselisihan orang tua terhadap kecerdasan emosional anak di keluarga Kristiani. Disimpulkan bahwa perselisihan orang tua di keluarga Kristiani berdampak pada perilaku anak yang mudah marah, kurangnya kepercayaan diri anak, kesulitan anak berempati, dan anak mengalami degradasi moral.