Abstract: This paper discusses the importance of faith and logic in Christian Religious Education as a strategic approach to face the challenges of the times. On the other hand, logic is a critical thinking tool that is very important to help students understand, evaluate, and apply the teachings of faith in its entirety. The separation of the two can give rise to two extremes: blind fanaticism that rejects critical thinking, and academic scepticism that ignores spiritual values. This paper also reviews faith and reason, complementing each other. The principle of "credo ut intelligam" (I believe that I understand) is the basis of this approach. The background of this study lies in the tendency of dichotomy that separates faith as the spiritual realm and logic as the rational realm, thus having an impact on the formation of incomplete characters. The main question of this research is how faith and logic can be a holistic foundation in shaping the Naradic character in PAK. This research uses a qualitative approach with theological and pedagogical literature study methods, as well as conceptual analysis. The results of the study show that faith and logic produce a reflective-critical learning model that encourages students to have a narrator character. able to interpret reality with faith as well as rationally, and ethically responsible in personal and social life. Abstrak: Tulisan ini membahas pentingnya antara iman dan logika dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai pendekatan strategis untuk menghadapi tantangan zaman. Di sisi lain, logika adalah alat berpikir kritis yang sangat penting untuk menolong peserta didik memahami, mengevaluasi, dan mengaplikasikan ajaran iman secara utuh. Pemisahan keduanya dapat menimbulkan dua ekstrem fanatisme buta yang menolak berpikir kritis, dan skeptisisme akademik yang mengabaikan nilai-nilai spiritual. Tulisan ini juga meninjau iman dan nalar saling melengkapi. Prinsip “credo ut intelligam” (aku percaya supaya aku mengerti) menjadi dasar pendekatan ini. Latar belakang kajian ini terletak pada kecenderungan dikotomi yang memisahkan iman sebagai ranah spiritual dan logika sebagai ranah rasional, sehingga berdampak pada pembentukan karakter yang tidak utuh. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana iman dan logika dapat menjadi fondasi holistik dalam membentuk karakter naradik dalam PAK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur teologis dan pedagogis, serta analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman dan logika menghasilkan model pembelajaran reflektif-kritis yang mendorong peserta didik memiliki karakter naradik. mampu menafsir realitas secara iman sekaligus rasional, serta bertanggung jawab secara etis dalam kehidupan personal dan sosial.