Wiwit Zuriati Uno
State University of Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pengelolaan Obat Emergensi Pada Troli Emergensi IGD dan Ruang Rawat Inap Sakura Di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar Wiwit Zuriati Uno; Awaliyah Hemuto; Muhammad Taupik; Faramita Hiola; Mohamad Aprianto Paneo; Dewi Yunus
Jurnal Ilmiah Sesebanua Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Sesebanua
Publisher : Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan obat emergensi pada troli emergensi merupakan upaya penting untuk menjamin ketersediaan obat dalam kondisi kegawatdaruratan guna mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesesuaian pengelolaan obat emergensi pada troli emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Rawat Inap Sakura Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar berdasarkan SOP yang berlaku serta mengidentifikasi aspek yang belum sesuai standar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain retrospektif. Data berupa data sekunder yang diperoleh dari formulir checklist monitoring penyediaan obat emergensi periode Januari–November 2025 dengan pengambilan data pada tanggal 28 januari 2026 menggunakan teknik total sampling. Indikator yang dinilai meliputi kondisi troli emergensi, penyimpanan obat, kesesuaian jenis dan jumlah obat, masa kedaluwarsa, serta pelabelan obat high alert. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian pengelolaan obat emergensi di IGD sebesar 94,5% dan di Ruang Rawat Inap Sakura sebesar 96,3%, sehingga sebagian besar telah sesuai dengan standar yang berlaku. Ketidaksesuaian di IGD ditemukan pada indikator troli emergensi selalu terkunci, penyimpanan obat tidak tercampur dengan obat lain, serta kesesuaian jenis dan jumlah obat. Di Ruang Rawat Inap Sakura, ketidaksesuaian ditemukan pada indikator troli emergensi selalu terkunci dan masa kedaluwarsa obat kurang dari satu bulan. Disimpulkan bahwa pengelolaan obat emergensi telah berjalan baik, namun masih diperlukan peningkatan pengawasan agar seluruh indikator memenuhi standar yang berlaku.