Risel Jan Branth Pangkey
Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado, Tondano 95618, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pemimpin Pujian dalam Peribadatan di GPdI Karmel Tataaran 2 Patar Risel Jan Branth Pangkey; Franklin E. Dumais; Meyny S. C. Kaunang
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 3 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan peran pemimpin pujian dalam peribadatan di GPdI Karmel Tataaran 2 Patar, khususnya pada dimensi liturgis, musikal, komunikatif, sosial, dan spiritual. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas pemimpin pujian, anggota tim musik, dan jemaat yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan peribadatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin pujian memiliki peran strategis yang melampaui aktivitas memimpin nyanyian. Pertama, pemimpin pujian berfungsi sebagai pengarah liturgi melalui pemilihan lagu, pengaturan urutan dan transisi, serta penjagaan kesinambungan rangkaian ibadah. Kedua, pemimpin pujian berperan sebagai komunikator rohani melalui pengantar, ajakan, dan peneguhan yang mendorong keterlibatan jemaat. Ketiga, pemimpin pujian menjadi penggerak partisipasi dengan membangun suasana ibadah yang komunikatif, akrab, dan sesuai dengan kondisi jemaat. Keempat, pemimpin pujian berfungsi sebagai pelayan spiritual yang membantu mengarahkan perhatian jemaat kepada Tuhan dan mendukung penghayatan iman. Efektivitas peran tersebut dipengaruhi oleh kompetensi musikal, komunikasi, kepemimpinan, pemahaman liturgi, kesiapan spiritual, serta koordinasi dengan tim musik. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan pelayanan pemimpin pujian memerlukan latihan, pembinaan spiritual, koordinasi, dan evaluasi berkelanjutan agar ibadah berlangsung tertib, partisipatif, kontekstual, dan bermakna.