Masykur Masykur
Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Ecobrick dari Sampah Plastik di Desa Bulu Sema Kecamatan Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil Susi Nasution; Oktavia Oktavia; Maya Deci Shafira; Nur Aisyah; Febra Misdar Andrian; Aan Wijaya; Masykur Masykur; Farid Jayadi; Syahrul Fathi
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v2i2.10791

Abstract

Pembuatan Ecobrick dari sampah plastik bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di Desa Bulu Sema, sebagai suatu langkah untuk peduli terhadap lingkungan guna terciptanya lingkungan bersih dan sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Bulu Sema untuk mengatasi masalah sampah plastik dan menjadikannya sebagai peluang ekonomi. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini juga mencakup pengurangan sampah yang sulit diolah kembali serta mengurangi jumlah sampah yang ada dengan cara membatasi pembuangan limbah ke sungai, yang berkontribusi pada masalah banjir di wilayah tersebut. Masyarakat diharapkan dapat mengubah sampah yang ada menjadi produk kerajinan yang dapat memberikan pendapatan tambahan dengan cara mengolahnya menjadi Ecobrick. Aktivitas ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga agar lebih peduli dan memanfaatkan limbah yang ada. Pelaksanaan metode pengelolaan plastik dengan Ecobrick melalui beberapa tahap, mulai dari wawancara, proses pembuatan, hingga tahap akhir. Berdasarkan pengamatan, program pengelolaan limbah sangat bermanfaat bagi warga Desa Bulu Sema untuk mengurangi sampah. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat kini sudah dapat membuat bangku dari bahan ecobrick.
Peningkatan Karakter dan Kebudayaan di Desa Pangkalan Sulampi Defrian Marta; Nurul Fajria; Agil Riskianda; Rahmad Afrizal; Wahyuniati Wahyuniati; Janatun Janatun; Nurafiaton Nurafiaton; Masykur Masykur; Julia Rizki
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v3i1.10792

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) merupakan bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ini adalah Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, yang dikenal sebagai desa tertua di wilayah tersebut dengan sejarah panjang sejak masa penjajahan Belanda. Dalam era modern yang diwarnai oleh pesatnya perkembangan teknologi, media komunikasi memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, memperkuat karakter masyarakat, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Melalui program KKN-R Universitas Teuku Umar (UTU), mahasiswa melaksanakan kegiatan “Pembuatan Papan Informasi Desa” sebagai media penyebaran informasi sejarah dan budaya kepada masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan pendataan dan wawancara kepada masyarakat di tiga dusun, dilanjutkan dengan proses pengolahan informasi, perancangan media dalam bentuk poster atau baliho, serta pemasangan papan informasi di lokasi strategis desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media komunikasi berbasis visual mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap identitas budaya lokal. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat ketahanan sosial desa melalui pendekatan komunikasi yang adaptif dan edukatif.
Optimalisasi Lahan Sempit Untuk Penanaman Tanaman Muda di Kampung Suro Baru Kecamatan Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil Rifki Hidayat; Erna Julida; Agustin Agustin; Nara Safitri; Reka Mardiana; Tesa Lismayanti; Nurhayati Nurhayati; Masykur Masykur; Syahrul Fathi
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v3i1.10795

Abstract

Mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit di Kampung Suro Baru, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, sebagai tempat penanaman tanaman muda. Lahan sempit sering kali dianggap kurang produktif, namun dengan teknik penanaman yang tepat, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. pada pengabdian ini dilakukan analisis terhadap potensi lahan, pemilihan jenis tanaman yang sesuai, serta teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wa wa ncara dengan petani lokal, serta studi literatur terkait pertanian di lahan terbatas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemilihan tanaman muda yang tahan terhadap kondisi lahan sempit, seperti sayuran daun dan tanaman buah mini, dapat meningkatkan produktivitas lahan dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi rumah tangga petani. Selain itu, penerapan metode penanaman vertikal dan penggunaan media tanam yang tepat terbukti efektif dalam mengoptimalkan ruang yang terbatas. Oleh karena itu, pengabdian ini memberikan rekomendasi untuk penerapan teknik-teknik tersebut sebagai upaya meningkatkan keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut.
Pencegahan Stunting Dengan Membuka Rumah Gizi Kampung Desa Lae Bangun Kecamatan Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil Muhadi Muhadi; Nurma Rianti Tinambunan; Balenta Berutu; Siti Anggi Nabila; Tiaja aja; Dica Amelia Sari; Nisa Fazilah; Masykur Masykur
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v3i1.10815

Abstract

Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Desa Lae Bangun bekerja sama dengan masyarakat mengembangkan Program Rumah Gizi Kampung. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan status gizi anak-anak yang terdiagnosis stunting dengan memberikan makanan tambahan bernutrisi tinggi, seperti nasi, sup sayur, dan buah-buahan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui pendekatan langsung kepada keluarga. Program ini dilaksanakan tiga kali seminggu, yaitu hari Rabu, Kamis, dan Jumat untuk memastikan dampak yang optimal dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam status gizi anak-anak yang mengikuti program. Program ini juga berhasil meningkatkan pemahaman ibu-ibu di Desa Lae Bangun mengenai cara membuat makanan bergizi yang terjangkau, sederhana, dan sehat, serta mendukung kemandirian dalam pengelolaan gizi di rumah. Program Rumah Gizi Kampung tidak hanya berperan dalam mencegah stunting dan meningkatkan kesadaran gizi di masyarakat desa, tetapi juga memberikan solusi sementara untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak dan sarana edukasi jangka panjang.