Jumlah penggunaan plastik yang terus meningkat setiap tahunnya dan tidak di imbangi dengan cara pengolahan limbahnya akan berakibat pada kerusakan lingkungan dan menjadikan lingkunagn menjadi kumuh. Limbah plastik dapat di manfaatkan sebagai bahan tambah pada campuran aspal beton ( AC –WC ). Pencampuran limbah plastik ke dalam bahan campuran aspal memiliki beberapa tujuan, yaitu mengetahui pengaruh pencampuran limbah plastik pada campuran aspal dengan cara substitusi dan mengetahui jenis plastik apa yang lebih baik digunakan untuk bahan tambahan untuk campuran jalan beraspal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis plastik terbaik yang dapat digunakan sebagai bahan tambah aspal beton lapis pengikat ( AC – WC ) dan mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2010. Penelitian ini menggunakan limbah plastik jenis LDPE ( Low Density Polyethylene ) 4%, HDPE ( High density polyethylene ) 4% dan PET ( Polyethylene Therepthalate ) 4%, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental di laboratorium. Semua limbah plastik yang digunakan sebagai bahan tambah dalam penelitian ini sebelumnya telah di potong / dicacah menjadi ukuran yang kecil kurang lebih 1cm x 1cm. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat benda uji untuk mengetahui nilai Kadar Aspal Optimum ( KAO ), dari pengujian tersebut diperoleh nilai KAO 5,7%. Selanjutnya dilakukan penambahan limbah plastik pada lapisan pengikat ( aspal ) dengan kadar plastik LDPE 4%, HDPE 4% dan PET 4%, setelah melakukan pembuatan benda uji dengan penambahan limbah plastik pada lapisan pengikat ( aspal ) dilakukan pengujian dan analisa data test Marshall Dapat disimpulkan bahwa pada campuran limbah plastik jenis PET 4% memiliki hasil yang cenderung memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2010 hal tersebut dapat dilihat pada hasil test sebagai berikut : Nilai Stabilitas 1.604 Kg > Spesifikasi Bina Marga 2010 min 800 Kg ; Nilai Flow / Kelelahan 4,5 mm > Spesifikasi Bina Marga 2010 2 – 5 mm ; Nilai Rongga dalam Agregat ( VMA ) 24,61 % > Spesifikasi Bina Marga 2010 min 15 % ; Nilai VIM 4,97 % > Spesifikasi Bina Marga 2010 3 – 5 %.