Self-compacting concrete (SCC) adalah teknologi beton yang dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tiga karakteristik utamanya, yaitu filling ability (syarat EFNARC, 2002: 65-80 cm), passing ability (syarat EFNARC, 2002: 0,8-1,00) dan segregation resistance (syarat EFNARC, 2002: 0-15 detik). Komposisi material yang digunakan untuk membuat benda uji (SCC) terdiri dari semen portland tipe I, agregat halus, agregat kasar, serbuk kapur tohor, air dan superplasticizer. Terdapat empat variasi serbuk kapur tohor terhadap semen, yaitu variasi 0%, 4%, 8% dan 12%. Keempat variasi ini memenuhi syarat karakteristik SCC dengan masing-masing nilai yang didapatkan pada setiap variasi secara berurutan (0%, 4%, 8%, 12%), yaitu filling ability (66,50 cm; 67,33 cm; 69,17 cm; 67,50 cm), passing ability (0,80; 0,823; 0,823; 0,82) dan segregation resistance (8,67 detik; 9,00 detik; 9,33 detik; 9,00 detik). Pada penelitian ini, substitusi serbuk kapur tohor terhadap semen memberikan pengaruh pada kuat tekan SCC, yaitu semakin besar variasi serbuk kapur tohor terhadap semen, maka semakin kecil kuat tekannya. Adapun hasil kuat tekan yang didapatkan berbanding lurus dengan nilai berat volume pada setiap variasi atau dengan kata lain semakin tinggi variasi serbuk kapur tohor maka semakin kecil berat volumenya. Hasil tersebut dapat dibuktikan dengan nilai berat jenis semen (2,75) yang lebih tinggi dibandingkan berat jenis serbuk kapur tohor (2,4). Untuk kuat tekan optimum terdapat pada variasi 0% pada umur 28 hari dengan perbandingan nilai kuat tekan terhadap variasi lainnya pada umur yang sama sebagai berikut: variasi 0% sebesar 25,17 MPa; variasi 4% sebesar 23 MPa; variasi 8% sebesar 22,34 MPa dan variasi 12% sebesar 13,76 MPa. Berdasarkan hasil kuat tekan yang didapatkan dalam penelitian ini, maka substitusi serbuk kapur tohor terhadap semen dengan komposisi sebanyak 4% dan 8% bisa digunakan untuk struktur ringan, seperti rumah dan pasangan bata.