Leonita Paska
Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Limbah Peleburan Tembaga Sebagai Substitusi Agregat Halus Dengan Curing Menggunkan Air Laut Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton: The Effect of Copper Smelting Waste as a Substitute for Fine Aggregate by Curing Using Sea Water in View of the Compressive Strength of Concrete Leonita Paska; safrin zuraidah; bambang sujatmiko
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 1 No. 02: October 2023
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v1i02.6945

Abstract

Copper slag merupakan hasil peleburan tembaga yang mempunyai susunan kimia Silicon Dioxide (SiO2) sekitar 30 – 36%, Iron Oxide (FeO) mencapai 45 – 55%, Calcium Oxide (CaO) sekitar 2 –7 %, Alumunium Oxide (Al2O3) sekitar 3 –6%. Karena bentuknya menyerupai pasir alam maka dapat dipakai sebagai substitusi pasir. Penelitian dengan metode experimental ini, menggunakan proporsi rancangan campuran (Mix desain) metode SNI 03-2834-2000. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan copper slag sebagai substitusi agregat halus dengan curing menggunakan air laut dengan variasi persentase copper slag 0%, 25%, 45%, 65%, dan 85% yang masing-masing variasi dibuat 3 sampel untuk umur 7, 14 dan 28 hari, benda uji yang dipakai berbentuk silider dengan ukuran Ø 15 cm x 30 cm dengan jumlah benda uji sebanyak 90 buah dengan mutu beton adalah f’c = 30 MPa. Peningkatan penggunaan proporsi copper slag dapat meningkatkan berat volume beton dan kuat tekan beton. Dari hasil pengujian, variasi 85% merupakan nilai optimum berat volume beton dengan curing air PAM sebesar 2,60 kg/m3. Kuat tekan optimum terjadi pada variasi 65% sebesar 28,48 MPA. Sedangkan dari hasil pengujian, variasi 85% merupakan nilai optimum berat volume beton dengan curing air Laut sebesar 2,59 kg/m3. Kuat tekan optimum terjadi pada variasi 85% sebesar 27,31 MPA. Dari hasil penelitian ini maka direkomendasikan limbah tembaga (copper slag) dipakai dalam campuran beton sebagai substitusi agregat halun dan untuk bangunan di Laut atau pesisir pantai akan tetapi tidak direkomendasikan untuk bangunan bertingkat tinggi.