Moch. Istitho Chubbillah
Rizki Astri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Building Information Modeling (BIM) Dalam Estimasi Quantity Take Off (Studi Kasus : Pekerjaan Galian Bendungan Utama Pada Proyek Pembangunan Bendungan Mbay): Implementation of Building Information Modeling (BIM) in Estimating Quantity Take Off (Case Study: Main Dam Excavation Work in the Mbay Dam Construction Project) Moch. Istitho Chubbillah; Rizki Astri Apriliani; Wisnu Abiarto
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7880

Abstract

BIM memfasilitasi proses desain dan konstruksi terintegrasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, pengeluaran serta durasi proyek yang berkurang dan terkendali. Autodesk juga merilis perangkat lunak berbasis BIM yang disebut Navisworks. Navisworks ini mengintegrasi interdisiplin ilmu modelling, scheduling, dan quantity.Penelitian ini membahas penggunaan konsep Building Information Modeling (BIM) dengan menggunakan 3D modeling pada pekerjaan galian tanah untuk memperoleh hasil quantity take off yang mengurangi waste sehingga meningkatkan value proyek, Autodesk Navisworks dapat membandingkan hasil quantity take off yang didapatkan menggunakan software Navisworks dengan dibantu software pendukung yaitu Microsoft Excel, pada analisa estimasi quantity take off material yang dibandingkan dengan perhitungan secara konvensional diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa dalam menggunakan software komputer lebih efektif dan efisien serta dapat meminimalisasi waste dan meningkatkan value pada proyek konstruksi. Penelitian dilakukan dalam penerapan 5D BIM untuk estimasi quantity take off pada pekerjaan tanah.Hasil analisis menunjukan berapa selisih perhitungan volume eksisting (konvensional) dengan volume hasil Quantity Take Off menggunakan konsep Building Information Modeling (BIM) pada pekerjaan galian bendungan utama. Pada pekerjaan galian bendungan utama memiliki deviasi rata-rata 5.52%, dari hasil rata-rata deviasi pada masing-masing item pekerjaan tersebut dapat diterima dan digunakan untuk pekerjaan galian bendungan utama sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien serta dapat meminimalisasi waste dan meningkatkan value pada proyek.