Simpang Tiga Brangkal di Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu persimpangan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama pada jam sibuk. Peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas transportasi yang terus meningkat menyebabkan kemacetan, tundaan kendaraan, serta potensi kecelakaan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja eksisting simpang tak bersinyal, mengidentifikasi faktor penyebab kemacetan, serta merancang sistem traffic light sebagai solusi untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Selain itu, penelitian ini juga melakukan prediksi (forecasting) kondisi lalu lintas dalam lima tahun ke depan guna menentukan efektivitas perencanaan.Metode penelitian yang digunakan meliputi survei volume lalu lintas, analisis derajat kejenuhan (DS), tundaan kendaraan, dan panjang antrian berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Data yang diperoleh berupa data arus lalu lintas yang didapat dari survei selama 3 hari, data jumlah penduduk dan juga kendaraan kabupaten Mojokerto yang didapat dari BPS kabupaten Mojokerto, data yang diperoleh diolah menggunakan peraturan MKJI 1997 dan disesuaikan dengan data yang diperoleh. Hasil yang diperoleh dari penelitian kinerja simpang memiliki derajat kejenuhan sebesar sebesar 0,86 dan tundaan tertinggi sebesar 38,9103. Desain rencana Traffic Light menggunakan 3 fase, fase pertama memiliki waktu hijau sebesar 33 detik, fase kedua memiliki waktu hijau 45 detik dan fase ketiga memiliki waktu hijau sebesar 62 detik, dengan waktu siklus 152 detik. Setelah pemasangan Traffic Light diperoleh derajat kejenuhan sebesar 0,80 dan nilai tundaan sebesar 110,55. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak terkait dalam perencanaan dan implementasi sistem pengaturan lalu lintas di Kabupaten Mojokerto guna meningkatkan efisiensi transportasi serta keselamatan pengguna jalan.