Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KINERJA SIMPANG SOEKARNO HATTA – PROJAKAL TERKAIT PEMBANGUNAN IBUKOTA BARU DI KALIMANTAN TIMUR Adhi Muhtadi; Rudy Santosa
AGREGAT Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v7i1.12618

Abstract

Rencana Ibukota baru adalah di Provinsi Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Timur hingga saat ini mempunyai 2 kota yang sangat penting yakni Balikpapan dan Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pertumbuhan lalu lintas akibat adanya Ibukota Indonesia yang baru yakni di Kab.Kutai Kertanegara dan Kab. Penajam Paser Utara. Lokasi simpang yang sangat penting untuk ditinjau adalah Simpang Jl. Soekarno Hatta – Jl. Projakal. Simpang tersebut akan ditinjau dari sisi geometrik, hambatan samping dan kinerja operasinya hingga Tahun 2026. Simpang ini sangat penting karena menghubungkan Kota Balikpapan dan Kota Samarinda pada jalan arteri nasional selain jalan tol. Langkah-langkah yang ditempuh adalah melakukan survey geometrik, hambatan samping dan survey lalu lintas pada Simpang Soekarno Hatta – Projakal tersebut. Setelah dilakukan survey, maka langkah selanjutnya adalah melakukan prediksi pertumbuhan kendaraan bermotor hingga Tahun 2026. Setelah mengetahui pertumbuhan kendaraan bermotor, maka dilakukan perhitungan kinerja simpang tidak bersinyal Jl. Soekarno Hatta – Jl Projakal. Hasil analisis diketahui bahwa bilai derajat kejeneuhan sudah melebihi 1,0 pada Tahun 2021 dan 2026. Sehingga diperlukan upaya-upaya peningkatan perbaikan kinerja simpang tersebut di masa yang akan datang. 
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM TRAYEK LYN HB1 JURUSAN TULANGAN-TERMINAL LARANGAN KABUPATEN SIDOARJO Dwi Muryanto; Rudy Santosa
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1670

Abstract

Pelayanan angkutan umum yang baik sangat dibutuhkan di Kabupaten Sidoarjo mengingat jumlah penduduk cukup padat dengan aktivitas hidup yang tinggi. Angkutan umum yang beroperasi harus dapat mendukung aktivitas perjalanan masyarakat. Jalur Tulangan menuju terminal Larangan merupakan salah satu rute penting yang berkontribusi besar terhadap aktivitas perjalanan masyarakat dari koridor barat menuju pusat kota dimana saat ini dilayani MPU trayek Lyn HB1 berkapasitas 12 penumpang per armada. Kinerja operasional MPU trayek Lyn HB1 saat ini masih belum maksimal, hal ini terlihat pada waktu tertentu armada terlihat kosong dan waktu tunggu cukup lama. Tujuan studi ini untuk mengetahui tingkat kinerja operasional MPU trayek Lyn HB1 jurusan Tulangan-Terminal Larangan kondisi eksisting, Penilaian kinerja operasional yang digunakan berdasarkan Indikator Pelayanan Angkutan Umum yang telah ditetapkan Dirjend. Perhubungan Darat meliputi: headway, frekuensi, kapasitas, load factor, dan waktu tempuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi literatur dan pengambilan data dari instansi terkait. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di armada angkutan umum. Hasil studi didapatkan headway rata-rata diatas 10 menit, frekuensi rata-rata kurang dari 6 kendaraan/jam, load factor rata-rata kurang dari 70%, dan waktu tempuh perjalanan rata-rata lebih dari 1,5 jam. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja operasional MPU trayek Lyn HB1 kurang baik karena tidak sesuai dengan standar Indikator Pelayanan Angkutan Umum yang ditetapkan Dirjend. Perhubungan Darat.
Pemetaan Detil Situasi dengan Gnss Rtk untuk Penyelesaian Permasalahan Banjir Wilayah Permukiman Rizki Astri Apriliani; Yunus Susilo; Aldea Noor Alina; Rudy Santosa; M. Rendy Lauranda
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4252

Abstract

ABSTRACTUrban population density is increasing. Population growth has an impact on demand for land and a reduction in water catchment areas which are usually green conservation areas and are not allowed to become residential areas. RW 08, located in Wonorejo Village, Surabaya City, is developing into a rapid residential area. This condition reduces space for water absorption, causing flooding in the rainy season. The basic problem faced by RW 8, Wonorejo Village, is that it does not yet have a topographic map that describes it in detail to determine the height and low of the road surface. The next problem is the difficulty of implementing the Basic Building Coefficient (KDB) which requires at least 50% of the land to be built. Starting from the problems that exist in the RW 08 area, efforts are needed to prevent flooding from recurring. The first attempt to resolve the flooding problem was carried out by mapping the situation of the RW 08 area to produce a situation map of the land location with contour elevation information which will later be used as a reference for drainage planning in RW 08. Mapping the situation was carried out by delineating land boundaries by drawing on a work map and surveying straight to the field. After that, elevation mapping was carried out by measuring contours using GNSS using the Real Time Kinematic method. Keywords: Settlements, Flood, Topography, GNSS ABSTRAKKepadatan masyarakat perkotaan semakin meningkat. Pertambahan penduduk berdampak pada permintaan akan lahan dan berkurangnya daerah resapan air yang biasanya merupakan kawasan konservasi hijau dan tidak diperkenankan menjadi area pemukiman. RW 08 yang berada di Kelurahan Wonorejo Kota Surabaya berkembang menjadi area tempat tinggal yang pesat.  Kondisi ini mengurangi ruang untuk resapan air, menyebabkan banjir pada musim penghujan. Masalah mendasar yang dihadapi RW 8 Kelurahan Wonorejo belum mempunyai peta topografi yang menggambarkan secara detail guna mengetahui tinggi rendahnya permukaan jalan. Permasalahan selanjutnya yakni kesulitan untuk menerapkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang mengharuskan setidaknya 50% tanah di bangun. Berangkat dari permasalahan yang ada di wilayah RW 08, maka perlu adanya upaya yang mampu mencegah terjadinya pengulangan banjir. Upaya penyelesaian masalah banjir yang pertama kali dilakukandengan melakukan pemetaan situasi kawasan RW 08 untuk menghasilkan peta situasi lokasi lahan dengan keterangan elevasi kontur yang nantinya akan digunakan sebagai acuan perencanaan drainase di RW 08. Pemetaan situasi dilakukan dengan delineasi batas lahan dengan penggambaran pada peta kerja dan peninjauan langsung ke lapangan. Setelahnya pemetaan elevasi dilakukan dengan melakukan pengukuran kontur menggunakan GNSS dengan metode Real Time Kinematic (RTK).Kata Kunci: Permukiman, Banjir, Topografi, GNSS
EVALUASI KINERJA SUROBOYO BUS RUTE PURABAYA – RAJAWALI (PP): PERFORMANCE EVALUATION OF THE SUROBOYO BUS ROUTE PURABAYA – RAJAWALI (PP) Shavana Putri Kirana; Rudy Santosa; Adhi Muhtadi
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7659

Abstract

Suroboyo Bus is a public transportation company operating in the city of Surabaya, East Java. Founded in 2018, Suroboyo Bus aims to provide comfortable, safe and affordable transportation services for local residents and visitors to the city of Surabaya. The negative impact of increased movement is the emergence of traffic jams due to the dominant use of private vehicles. The Surabaya city government and the Ministry of Transportation worked together to produce the Suroboyo Bus as a solution to overcome traffic jams. Since the initial inauguration, bus operational conditions have not yet reached optimal performance. The aim of this research is to determine and evaluate the results of bus operational performance based on the SK.687/AJ206/DRJD/2002 guidelines. The method used is quantitative descriptive, namely collecting data in the field using dynamic surveys. The dynamic survey produces data on bus carrying capacity, number of passengers, travel time, stopping time, speed, headway and bus facilities. The results of the Suroboyo bus performance analysis based on the total bus carrying capacity is 67 people. In terms of load factor, the average Purabaya Rajawali PP is 0.55 on holidays and 0.69 on weekdays. The average travel time is 55 minutes, the bus travel speed is 25 km. / hour, the average headway of bus departures is 19 minutes, There are 2 operational study indicators that do not meet the standards, namely the load factor because people tend to use private vehicles and the headway which is sometimes long at certain hours because buses still use public lanes as their operating routes.
Perencanaan Traffic Light Pada Simpang Tiga Brangkal Kabupaten Mojokerto (STUDI KASUS : JALAN TOTOK KEROT – JL. BYPASS MOJOKERTO JOMBANG KEC. SOOKO KAB. MOJOKERTO ): Traffic Light Planning at Simpang Tiga Brangkal Mojokerto Regency (CASE STUDY: JALAN TOTOK KEROT – JL. BYPASS MOJOKERTO JOMBANG KEC. SOOKO KAB. MOJOKERTO) Moh. Ja'far Arif Hidayatullah; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9974

Abstract

Simpang Tiga Brangkal di Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu persimpangan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama pada jam sibuk. Peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas transportasi yang terus meningkat menyebabkan kemacetan, tundaan kendaraan, serta potensi kecelakaan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja eksisting simpang tak bersinyal, mengidentifikasi faktor penyebab kemacetan, serta merancang sistem traffic light sebagai solusi untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Selain itu, penelitian ini juga melakukan prediksi (forecasting) kondisi lalu lintas dalam lima tahun ke depan guna menentukan efektivitas perencanaan.Metode penelitian yang digunakan meliputi survei volume lalu lintas, analisis derajat kejenuhan (DS), tundaan kendaraan, dan panjang antrian berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Data yang diperoleh berupa data arus lalu lintas yang didapat dari survei selama 3 hari, data jumlah penduduk dan juga kendaraan kabupaten Mojokerto yang didapat dari BPS kabupaten Mojokerto, data yang diperoleh diolah menggunakan peraturan MKJI 1997 dan disesuaikan dengan data yang diperoleh. Hasil yang diperoleh dari penelitian kinerja simpang memiliki derajat kejenuhan sebesar sebesar 0,86 dan tundaan tertinggi sebesar 38,9103. Desain rencana Traffic Light menggunakan 3 fase, fase pertama memiliki waktu hijau sebesar 33 detik, fase kedua memiliki waktu hijau 45 detik dan fase ketiga memiliki waktu hijau sebesar 62 detik, dengan waktu siklus 152 detik. Setelah pemasangan Traffic Light diperoleh derajat kejenuhan sebesar 0,80 dan nilai tundaan sebesar 110,55. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak terkait dalam perencanaan dan implementasi sistem pengaturan lalu lintas di Kabupaten Mojokerto guna meningkatkan efisiensi transportasi serta keselamatan pengguna jalan.
A Analisa Kerusakan Jalan Metode Bina Marga Serta Pengaruh Terhadap Pengguna Jalan Dan Lingkungan (Studi Kasus: Jalan Wae Racang, Desa Golo Ndaring, Kab. Manggarai Barat, NTT): Analysis of Road Damage Using the Bina Marga Method and the Effect on Road Users and the Environment (Case Study: Jalan Wae Racang, Golo Ndaring Village, West Manggarai Regency, NTT) Oswaldus Kyrie Nggarung; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya; Budi Hastono
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9982

Abstract

Dengan memperhatikan kondisi jalan Wae Racang yang menggalami kerusakan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kerusakan serta pengaruh terhadap pengguna jalan dan lingkungan. Adapun rumusan masalah ialah menentukan jenis kerusakan dan penanganan infrastruktur jalan yang rusak menggunakan metode Bina Marga serta dampak pengaruh kerusakan jalan terhadap pengguna jalan dan lingkungan. Terdapat 9 jenis kerusakan diataranya, retak kulit buaya, retak acak, retak memanjang, retak melintang, butiran lepas, tambalan, lubang, alur, dan amblas, dengan luas total kerusakan ialah 846,68 m2. Penanganan untuk kerusakan pada permukaan jalan lapis perkerasan lentur dapat menggunakan petunjuk pemeliharaan jalan tahun 1992 Direktorat Jendral Bina Marga. Dampak kerusakan jalan bagi pengguna jalan diperoleh dari empat aspek ialah aspek kenyamanan dengan skor rata-rata 4,50 kriteria penilaian sangat baik, aspek keamanan dengan rata-rata skor 4,44 kriteria penilaian sangat baik, aspek perekonomian dengan rata-rata skor 4,38 kriteria penilaian sangat baik, dan aspek sosial budaya dengan rata-rata skor 4,33 kriteria penilaian sangat baik. Dampak kerusakan jalan bagi lingkungan masyarakat dari berbagai aspek diperoleh aspek kenyamanan dengan skor rata-rata 4,34 kriteria penilaian sangat baik, aspek keamanan dengan rata-rata skor 4,31 kriteria penilaian sangat baik, aspek sosial budaya dengan rata-rata skor 4,04 kriteria penilaian baik, dan perekonomian dengan rata-rata skor 4,03 kriteria penilaian baik.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDY KASUS SIMPANG JALAN VETERAN DAN JALAN MEGANTORO KEC. NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK): PERFORMANCE ANALYSIS OF UNSIGNALED INTERCEPTIONS (CASE STUDY OF THE INTERCEPTION OF JALAN VETERAN AND JALAN MEGANTORO, NGANJUK DISTRICT, NGANJUK DISTRICT) Rochmad Irzad; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.10053

Abstract

Jalan Veteran dan Jalan Megantoro merupakan jalan alternatif menuju area kawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, dan Area Komersil di Kabupaten Nganjuk. Simpang ini sering terjadi masalah dikarenakan tidak adanya rambu ataupun pengendali, serta tidak diterapkannya manajemen lalu lintas pada masing-masing ruas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kinerja persimpangan, menganalisis kelayakan simpang dan menganalisis kinerja persimpangan 5 tahun kedepan. Metode yang dipakai yaitu metode kuantitatif dengan menghitung dan mengamati volume arus lalu lintas, mengetahui geometri simpang dan hambatan samping yang ada. Penelitian ini menghasilkan jam puncak arus lalu lintas di simpang terjadi pada jam 12:00 – 13:00 WIB. Hasil Survey tersebut dihitung dan dianalisis sesuai dengan metode yang ada pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023(PKJI 2023). Hasil evaluasi diperoleh nilai kapasitas (C) sebesar = 2515 SMP/jam, arus lalu lintas (qTotal) sebesar = 2283 smp/jam, tundaan (T) sebesar = 15,90 detik/SMP, dan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,91 yaitu lebih besar dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85, dapat simpulkan kinerja simpang tersebut kurang baik. Larangan belok kanan untuk jalan minor adalah solusi alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan simpang. Kinerja simpang dengan menggunakan solusi alternatif diperoleh nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,72 lebih kecil dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85. Dapat disimpulkan bahwa kinerja dengan solusi alternatif berkinerja baik. Hasil Analisis kinerja simpang pada 5 tahun kedepan didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,91 yaitu lebih besar dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85, kinerja simpang tersebut pada 5 tahun mendatang dalam kondisi kurang baik.
PENGARUH KARAKTERISTIK HALTE DAN PERMUKAAN JALAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA OPERASIONAL BUS TRANS JATIM KORIDOR 1: THE EFFECT OF BUS STOP AND ROAD SURFACE CHARACTERISTICS ON IMPROVING THE OPERATIONAL PERFORMANCE OF TRANS JATIM BUSES IN CORRIDOR 1 Mutiara Ramadhanti; Rudy Santosa; Sekar Ayu Kuncaravita
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10976

Abstract

Kinerja transportasi yang baik sangat penting dalam mewujudkan sistem mobilitas kota yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas dan permasalahan kemacetan di kawasan perkotaan, transportasi umum seperti Bus Trans Jatim hadir sebagai solusi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik halte dan permukaan jalan terhadap kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 1, menganalisis kesenjangan antara harapan dan kenyataan pelayanan berdasarkan persepsi pengguna dan juga menganalisis indikator kinerja seperti nilai load factor, headway, kecepatan dan waktu tempuh sesuai peraturan Permenhun RI No. PM 29 Tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna aktif Bus Trans Jatim Koridor 1. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel, serta Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan layanan dan juga Perhitungan Deskriptif untuk menghitung dari nilai dari item kinerja. Kombinasi metode SEM dan IPA dalam penelitian ini memberikan gambaran yang saling menguatkan, di mana hasil statistik mendukung analisis lapangan yang bersifat praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik halte maupun permukaan jalan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja operasional bus. Semakin baik kualitas halte dan kondisi jalan yang dilalui, semakin meningkat pula kelancaran dan kenyamanan layanan yang dirasakan penumpang. Melalui analisis IPA, ditemukan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masih berada di bawah harapan pengguna, terutama dalam hal ketepatan waktu, durasi perjalanan, dan kenyamanan akibat kondisi jalan yang tidak rata. Dengan perhitungan deskriptif ditemukan bahwa nilai load factor belum memenuhi standar dibandingkan dengan headway, kecepatan dan waku tempuh yang sudah memenuhi standar.
ANALISIS KINERJA BUNDARAN WARU KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN PKJI 2023: PERFORMANCE ANALYSIS OF THE WARU ROUNDABOUT IN SIDOARJO REGENCY USING PKJI 2023 Riski Hudayana; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10983

Abstract

Bundaran Waru merupakan salah satu persimpangan tak bersinyal dengan bundaran(Roundabout), yang memiliki letak strategis yaitu perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Kondisi lalu lintas di Bundaran ini cukup padat, sehingga sering terjadinya kemacetan terutama pada jam-jam sibuk, tujuan penelitian ini untuk menganalisa tingkat kemacetan pada Bundaran Waru dengan menghitung Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan, Peluang Antrian,dan menganalisa karakteristik jalinan lalu lintas (weaving section) dengan menghitung arus jalinan, Rasio Arus Jalinan, Kecepatan Tempuh, Waktu Tempuh, dan Tingkat Pelayanan (Level of Service) setiap segmen yang ada di Bundaran Waru. Penelitian ini menggunakan rumusan dan ketentuan yang terdapat pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Jenis data primernya didapatkan dari hasil pengamatan langsung dilokasi penelitian sedangkan untuk data sekundernya didapatkan dari website instansi terkait. Adapun hasil penelitian ini adalah volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam 17.00-18.00 wib dengan nilai arus lalu lintas sebesar 18.945,1 smp/jam dengan rincian untuk segmen 1 (dari arah Jl. Ahmad Yani ke Jl. Raya Waru dan Jl. Raya Geluran) sebesar 6.834,9 smp/jam, segmen 2 (dari Jl. Raya Waru ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Geluran) 6.371,7 smp/jam, segmen 3 (dari Jl. Raya geluran ke Jl. A. Yani dan Jl. Raya Waru) 5.738,5 smp/jam. Dengan derajat kejenuhan untuk segmen 1 masuk kedalam kategori D dengan nilai 0,89, segmen 2 masuk kedaalam kategori D dengan nilai 0,88, dan untuk segmen 3 masuk kedalam kategori E dengan nilai 0,94. Sedangkan tundaan rata-rata kendaraan yang masuk pada bundaran waru ini sebesar 15,39 det/jam, dan untuk kecepatan tempuh rata-rata bernilai 23,37 km/jam, serta untuk waktu tempuh rata-rata bernilai 24,67 detik. Sehingga tingkat pelayanan bundaran ini masuk kedalam kategori D, hal ini menandakan bahwa arus lalu lintas masih dapat mengalir namun jenuh, dengan kecepatan terbatas serta sering terjadi perlambatan, antrian pendek hingga sedang, dan keterlambatan manuver kendaraan di sekitar bundaran. Upaya untuk meningkatkan kinerja bundaran adalah membuat marka memanjang lajur kiri langsung, pelebaran area jalinan dan pelebaran ruas jalan pendekat, serta untuk jangka panjangnya pembangunan underpass.
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN BUS TRANS JAWA TIMUR JURUSAN TERMINAL PURABAYA – BANGKALAN: PERFORMANCE EVALUATION OF TRANS JAWA TIMUR BUS TRANSPORTATION PURABAYA – BANGKALAN TERMINAL ROUTE Kholifaturrahman; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10989

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jawa Timur Koridor 5 dengan rute Terminal Purabaya – Bangkalan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan sistem transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan sesuai standar regulasi, mengingat tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Surabaya–Madura. Tujuan utama penelitian adalah mengukur dan menilai kinerja operasional bus berdasarkan parameter yang ditetapkan oleh Permenhub No. 10 Tahun 2012, Permenhub No. 98 Tahun 2013, serta indikator dari World Bank. Beberapa aspek yang dianalisis meliputi load factor, frekuensi, headway, kecepatan, jarak tempuh, serta waktu perjalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa load factor rata-rata berada di angka 1,96, yang mencerminkan tingkat keterisian penumpang melebihi kapasitas ideal. Frekuensi layanan rata-rata mencapai 54, sesuai dengan standar World Bank, namun jarak tempuh per bus hanya 90,15 km per hari, jauh di bawah standar 210–260 km. Time headway berada di kisaran 4,86 menit, yang memenuhi standar (10–20 menit), sementara waktu perjalanan rata-rata mencapai 230 menit, melebihi standar 1–1,5 jam. Kesimpulannya, kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 5 masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa indikator, seperti load factor dan jarak tempuh, tidak sesuai dengan standar, sehingga berpotensi menurunkan kualitas layanan. Namun, terdapat pula aspek positif seperti frekuensi layanan dan headway yang sesuai ketentuan. Saran yang diajukan adalah perlunya penyesuaian armada, evaluasi jadwal operasional, peningkatan manajemen waktu perjalanan, serta optimalisasi rute agar efisiensi layanan meningkat. Dengan perbaikan tersebut, Bus Trans Jatim Koridor 5 diharapkan mampu memberikan layanan transportasi yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.