M. Lawdy Dhiyaa Vansya
UNIVERSITAS DR. SOETOMO

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perencanaan Traffic Light Pada Simpang Tiga Brangkal Kabupaten Mojokerto (STUDI KASUS : JALAN TOTOK KEROT – JL. BYPASS MOJOKERTO JOMBANG KEC. SOOKO KAB. MOJOKERTO ): Traffic Light Planning at Simpang Tiga Brangkal Mojokerto Regency (CASE STUDY: JALAN TOTOK KEROT – JL. BYPASS MOJOKERTO JOMBANG KEC. SOOKO KAB. MOJOKERTO) Moh. Ja'far Arif Hidayatullah; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9974

Abstract

Simpang Tiga Brangkal di Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu persimpangan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama pada jam sibuk. Peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas transportasi yang terus meningkat menyebabkan kemacetan, tundaan kendaraan, serta potensi kecelakaan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja eksisting simpang tak bersinyal, mengidentifikasi faktor penyebab kemacetan, serta merancang sistem traffic light sebagai solusi untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas. Selain itu, penelitian ini juga melakukan prediksi (forecasting) kondisi lalu lintas dalam lima tahun ke depan guna menentukan efektivitas perencanaan.Metode penelitian yang digunakan meliputi survei volume lalu lintas, analisis derajat kejenuhan (DS), tundaan kendaraan, dan panjang antrian berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Data yang diperoleh berupa data arus lalu lintas yang didapat dari survei selama 3 hari, data jumlah penduduk dan juga kendaraan kabupaten Mojokerto yang didapat dari BPS kabupaten Mojokerto, data yang diperoleh diolah menggunakan peraturan MKJI 1997 dan disesuaikan dengan data yang diperoleh. Hasil yang diperoleh dari penelitian kinerja simpang memiliki derajat kejenuhan sebesar sebesar 0,86 dan tundaan tertinggi sebesar 38,9103. Desain rencana Traffic Light menggunakan 3 fase, fase pertama memiliki waktu hijau sebesar 33 detik, fase kedua memiliki waktu hijau 45 detik dan fase ketiga memiliki waktu hijau sebesar 62 detik, dengan waktu siklus 152 detik. Setelah pemasangan Traffic Light diperoleh derajat kejenuhan sebesar 0,80 dan nilai tundaan sebesar 110,55. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak terkait dalam perencanaan dan implementasi sistem pengaturan lalu lintas di Kabupaten Mojokerto guna meningkatkan efisiensi transportasi serta keselamatan pengguna jalan.
ANALISIS EFEKTIVITAS KELANCARAN LALU LINTAS PADA JALAN RAYA WARU PASCA PEMBANGUNAN FLYOVER ALOHA SIDOARJO : ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF TRAFFIC FLOW ON THE WARU HIGHWAY AFTER THE CONSTRUCTION OF THE ALOHA SIDOARJO OVERPASS Ilham Islahudin; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10990

Abstract

Flyover Aloha di Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kota Surabaya dan Bandara Juanda. Sebelum adanya flyover, kawasan ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama pada jam sibuk. Kehadiran flyover dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan jalur lalu lintas yang lebih lancar sekaligus mengurangi konflik pada persimpangan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas flyover terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.Survei lapangan dilakukan di tiga titik pengamatan, yaitu Jalan Raya Bandara Juanda (Titik A), Jalan Raya Waru arah Sidoarjo (Titik B), serta Jalan Raya Waru arah Surabaya (Titik C). Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari yakni kamis, jumat, dan sabtu, pada jam sibuk pagi 06.00–08.00 dan sore 16.00–18.00 dengan pencatatan setiap 15 menit. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,63, dengan rata-rata pada jam sibuk sore berkisar antara 0,40 hingga 0,50. Angka ini masih di bawah ambang batas DS = 0,85 sehingga kondisi jalan tergolong dalam tingkat pelayanan C yang menandakan arus kendaraan tetap stabil. Perhitungan waktu tempuh juga mendukung temuan tersebut. Pada Titik A, waktu tempuh tercatat 0,00819 jam untuk jarak 0,5 km dengan kecepatan 61 km/jam. Hasil serupa diperoleh di Titik B, sedangkan di Titik C waktu tempuh mencapai 0,00724 jam dengan kecepatan 69 km/jam. Secara keseluruhan, keberadaan Flyover Aloha terbukti meningkatkan kinerja lalu lintas di Jalan Raya Waru, ditunjukkan oleh kapasitas jalan yang lebih baik, berkurangnya kemacetan, serta waktu perjalanan yang lebih singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi terkait dalam mengevaluasi efektivitas infrastruktur jalan dan menyusun rencana pengembangan sistem transportasi di wilayah strategis Sidoarjo pada masa mendatang.
ANALISIS KINERJA BUS TRANS JATIM SEBAGAI MODA TRANSPORTASI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS : KORIDOR 1 RUTE SIDOARJO – SURABAYA – GRESIK): PERFORMANCE ANALYSIS OF TRANS JATIM BUSES AS A MODE OF TRANSPORTATION IN SURABAYA CITY (CASE STUDY: CORRIDOR 1 ROUTE SIDOARJO – SURABAYA – GRESIK) Christian imanuel; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10991

Abstract

Peningkatan jumlah mobil pribadi di kota metropolitan Surabaya berpengaruh pada kemacetan lalu lintas yang kian parah. Untuk menanggulangi masalah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan Bus Trans Jatim Koridor I yang melayani jalur Sidoarjo – Surabaya – Gresik. Tujuan studi untuk menganalisis operasional Bus Trans Jatim Koridor I mengacu pada indikator-indikator di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 mengenai Standar Pelayanan Minimal Angkutan Umum. Masalah yang diangkat di penelitian ini ialah layanan bus yang belum optimal, seperti waktu perjalanan yang melebihi standar, headway yang stabil, dan masalah keamanan yang mengganggu kenyamanan penumpang. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan cara pengumpulan data menggunakan observasi langsung di lapangan serta dokumentasi dari pengguna jasa dan pengelola layanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai load factor adalah 65 %, headway 15 menit, dan rata – rata waktu tempuh mencapai 120 menit, dengan standar maksimum sebesar 180 menit. Sementara itu, rata-rata kecepatan bus ialah 33 km/jam, masih sesuai dengan standar yang ditentukan yaitu 30 – 50 km/jam. Dari segi kenyamanan dan keamanan, terdapat parameter yang tidak sesuai dengan standar menurut Permenhub No.29 tahun 2015. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan kinerja Bus Trans Jatim Koridor I tergolong cukup, tetapi perlu ada perbaikan pada aspek waktu perjalanan, headway, dan keamanan untuk memenuhi standar pelayanan minimum.