Rochmad Irzad
universitas dr soetomo surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDY KASUS SIMPANG JALAN VETERAN DAN JALAN MEGANTORO KEC. NGANJUK, KABUPATEN NGANJUK): PERFORMANCE ANALYSIS OF UNSIGNALED INTERCEPTIONS (CASE STUDY OF THE INTERCEPTION OF JALAN VETERAN AND JALAN MEGANTORO, NGANJUK DISTRICT, NGANJUK DISTRICT) Rochmad Irzad; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.10053

Abstract

Jalan Veteran dan Jalan Megantoro merupakan jalan alternatif menuju area kawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, dan Area Komersil di Kabupaten Nganjuk. Simpang ini sering terjadi masalah dikarenakan tidak adanya rambu ataupun pengendali, serta tidak diterapkannya manajemen lalu lintas pada masing-masing ruas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kinerja persimpangan, menganalisis kelayakan simpang dan menganalisis kinerja persimpangan 5 tahun kedepan. Metode yang dipakai yaitu metode kuantitatif dengan menghitung dan mengamati volume arus lalu lintas, mengetahui geometri simpang dan hambatan samping yang ada. Penelitian ini menghasilkan jam puncak arus lalu lintas di simpang terjadi pada jam 12:00 – 13:00 WIB. Hasil Survey tersebut dihitung dan dianalisis sesuai dengan metode yang ada pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023(PKJI 2023). Hasil evaluasi diperoleh nilai kapasitas (C) sebesar = 2515 SMP/jam, arus lalu lintas (qTotal) sebesar = 2283 smp/jam, tundaan (T) sebesar = 15,90 detik/SMP, dan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,91 yaitu lebih besar dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85, dapat simpulkan kinerja simpang tersebut kurang baik. Larangan belok kanan untuk jalan minor adalah solusi alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan simpang. Kinerja simpang dengan menggunakan solusi alternatif diperoleh nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,72 lebih kecil dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85. Dapat disimpulkan bahwa kinerja dengan solusi alternatif berkinerja baik. Hasil Analisis kinerja simpang pada 5 tahun kedepan didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar = 0,91 yaitu lebih besar dengan yang diisyaratkan PKJI 2023 sebesar 0,85, kinerja simpang tersebut pada 5 tahun mendatang dalam kondisi kurang baik.