Kholifaturrahman
Universitas Dr.Soetomo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI KINERJA ANGKUTAN BUS TRANS JAWA TIMUR JURUSAN TERMINAL PURABAYA – BANGKALAN: PERFORMANCE EVALUATION OF TRANS JAWA TIMUR BUS TRANSPORTATION PURABAYA – BANGKALAN TERMINAL ROUTE Kholifaturrahman; Rudy Santosa; Muhammad Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10989

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jawa Timur Koridor 5 dengan rute Terminal Purabaya – Bangkalan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan akan sistem transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan sesuai standar regulasi, mengingat tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Surabaya–Madura. Tujuan utama penelitian adalah mengukur dan menilai kinerja operasional bus berdasarkan parameter yang ditetapkan oleh Permenhub No. 10 Tahun 2012, Permenhub No. 98 Tahun 2013, serta indikator dari World Bank. Beberapa aspek yang dianalisis meliputi load factor, frekuensi, headway, kecepatan, jarak tempuh, serta waktu perjalanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer melalui survei lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa load factor rata-rata berada di angka 1,96, yang mencerminkan tingkat keterisian penumpang melebihi kapasitas ideal. Frekuensi layanan rata-rata mencapai 54, sesuai dengan standar World Bank, namun jarak tempuh per bus hanya 90,15 km per hari, jauh di bawah standar 210–260 km. Time headway berada di kisaran 4,86 menit, yang memenuhi standar (10–20 menit), sementara waktu perjalanan rata-rata mencapai 230 menit, melebihi standar 1–1,5 jam. Kesimpulannya, kinerja operasional Bus Trans Jatim Koridor 5 masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa indikator, seperti load factor dan jarak tempuh, tidak sesuai dengan standar, sehingga berpotensi menurunkan kualitas layanan. Namun, terdapat pula aspek positif seperti frekuensi layanan dan headway yang sesuai ketentuan. Saran yang diajukan adalah perlunya penyesuaian armada, evaluasi jadwal operasional, peningkatan manajemen waktu perjalanan, serta optimalisasi rute agar efisiensi layanan meningkat. Dengan perbaikan tersebut, Bus Trans Jatim Koridor 5 diharapkan mampu memberikan layanan transportasi yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.