Abstract: This study aims to explore the understanding and perceptions of students from the Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) at UIN Alauddin Makassar regarding Islamic finance and to analyze its impact on their interest in using Islamic banking products and services. Employing a qualitative approach, data was collected through in-depth interviews, observation, and document analysis. Fifteen FEBI students, selected purposively, participated in the study. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation employed to ensure data validity. The findings reveal that the majority of students hold a positive perception of Islamic finance, primarily grounded in religious values, principles of justice, transparency, and the prohibition of usury (riba). However, this positive perception does not directly translate into a concrete interest in becoming Islamic bank customers. Key inhibiting factors include the lack of a steady income, entrenched habits of using conventional banks, and a perception of greater convenience in mainstream banking services. A discernible gap exists between positive perception and actual behavioral intention among students toward Islamic banking. This study underscores the importance of applied educational approaches, innovation in digital services, and collaboration between educational institutions and Islamic banks to enhance financial literacy and foster genuine adoption. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan persepsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar terhadap keuangan Islam serta menganalisis dampaknya terhadap minat mereka dalam menggunakan produk dan layanan perbankan Islam. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Lima belas mahasiswa FEBI yang dipilih secara purposif berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis data mengikuti tahap-tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap keuangan Islam, yang didasarkan pada nilai-nilai agama, prinsip keadilan, transparansi, dan larangan riba (bunga). Namun, persepsi positif ini tidak secara langsung terwujud dalam minat konkret untuk menjadi nasabah bank Islam. Faktor penghambat utama meliputi kurangnya penghasilan yang stabil, kebiasaan yang sudah mengakar dalam menggunakan bank konvensional, dan persepsi bahwa layanan perbankan konvensional lebih nyaman. Terdapat kesenjangan yang jelas antara persepsi positif dan niat perilaku aktual mahasiswa terhadap perbankan syariah. Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan terapan, inovasi dalam layanan digital, dan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan bank syariah untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendorong adopsi yang otentik.