Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK YONAL, PETRUS; SULAKHUDIN, SULAKHUDIN; HAYATI, RITA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.23602

Abstract

KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAKPetrus Yonal(1), Sulakhudin(2), Rita Hayati(3)(1) Mahasiswa dan (2) Staf Pengajar Program studi Ilmu TanahFakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Lahan pasca penambangan emas tanpa izin merupakan lahan yang telah terdegradasi sehingga sulit bagi lahan tersebut untuk kembali seperti kondisi semula. Tekstur tanah berpasir dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah dan mengkaji status kesuburan tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fertility Capability Classification (FCC) dan Status Kesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesuburan tanah menurut metode FCC pasca penambangan emas tanpa izin 7 dan 20 tahun adalah SSeh(8%) dan hutan sekunder adalah OLeh(8%). Tanah pada pasca PETI 7 dan 20 tahun bertekstur pasir pada lapisan atas dan bawah (SS), KTK sangat rendah (e), bereaksi masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Tanah pada hutan sekunder lapisan atas berupa bahan organik (O), lapisan bawah berlempung (L), KTK rendah/sangat rendah (e), reaksi tanah masam sampai agak masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Status kesuburan tanah dengan metode PPT yaitu, lahan pasca PETI 7 dan 20 tahun status kesuburan sangat rendah sedangkan hutan sekunder status kesuburan rendah. Kata kunci : Hutan sekunder, Kesuburan tanah, Mandor, Pasca PETI, Pasir
KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK YONAL, PETRUS; Sulakhudin, Sulakhudin; Hayati, Rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23603

Abstract

Lahan pasca penambangan emas tanpa izin merupakan lahan yang telah terdegradasisehingga sulit bagi lahan tersebut untuk kembali seperti kondisi semula. Tekstur tanahberpasir dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapasifat kimia tanah dan mengkaji status kesuburan tanah. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah Fertility Capability Classification (FCC) dan StatusKesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kelas kesuburan tanah menurut metode FCC pascapenambangan emas tanpa izin 7 dan 20 tahun adalah SSeh(8%) dan hutan sekunderadalah OLeh(8%). Tanah pada pasca PETI 7 dan 20 tahun bertekstur pasir padalapisan atas dan bawah (SS), KTK sangat rendah (e), bereaksi masam (h) danbesarnya kemiringan lahan 8%. Tanah pada hutan sekunder lapisan atas berupa bahanorganik (O), lapisan bawah berlempung (L), KTK rendah/sangat rendah (e), reaksitanah masam sampai agak masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Statuskesuburan tanah dengan metode PPT yaitu, lahan pasca PETI 7 dan 20 tahun statuskesuburan sangat rendah sedangkan hutan sekunder status kesuburan rendah. Kata kunci : Hutan sekunder, Kesuburan tanah, Mandor, Pasca PETI, Pasir