Minsih
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Increasing Critical Thinking Abilities and Skills through Problem Based Learning for Elementary School Students Vendra Oktareno Ardiansya; Minsih; Santosa Pradana Putra Setya Negara; Nanang Sri Mujiono
Buletin KKN Pendidikan Vol. 6, No. 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v6i1.11729

Abstract

The study aimed to evaluate the effectiveness of problem-based learning in enhancing critical thinking skills in Natural and Social Sciences. It utilized a quasi-experimental design with pretest-posttest randomized control groups. Data analysis involved t-tests to determine group differences and N-gain to measure improvement. Results showed significant enhancement in critical thinking abilities with problem-based learning. The t-test indicated a significant difference between groups, with t count (5.949) exceeding the t table value (2.018) and p-value (0.000) below 0.05. N-Gain scores showed a higher improvement in the experimental group (48.65%) compared to the control (29.46%). These findings highlight the effectiveness of problem-based learning in fostering critical thinking.
Pendampingan Kurikulum Modifikatif bagi Guru di Sekolah Dasar Inklusi Minsih; Rusnilawati; Imam Mujahid; Honest Ummi Kaltsum; Ummi Tadzkiroh; Alifah Raisia; Uslan; Endang Triwahyuni
Buletin KKN Pendidikan Vol. 6, No. 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v6i1.11754

Abstract

Pendidikan segregatif atau sering dikenal sebagai sekolah khusus adalah lembaga pendidikan formal yang disediakan oleh pemerintah untuk anak-anak yang mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan baik dari segi fisik, kognitif, sosial, maupun dari segi bahasa dan fisiologi, atau lebih dipahami oleh masyarakat umum sebagai sekolah yang sepenuhnya mengakomodasi anak-anak dengan kebutuhan khusus yang ingin mendapatkan pendidikan. Jumlah sekolah khusus yang terbatas dan peningkatan jumlah anak-anak berkebutuhan khusus di setiap wilayah mendorong pemerintah untuk memenuhi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus. Keberadaan sekolah inklusif menjadi angin segar bagi keluarga anak-anak berkebutuhan khusus. Di Distrik Kartasura, beberapa sekolah telah menerapkan kurikulum inklusif untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang ingin belajar di sana. Tujuan layanan ini adalah memberikan bantuan kepada beberapa sekolah yang ingin menerapkan kurikulum inklusif yang mengarah pada kurikulum modifikasi di SD dan MI di kecamatan Kartasura. Tahap layanan dilakukan secara bertahap: Sosialisasi program, Pengiriman konsep dan implementasinya, lokakarya dengan model MERDEKA: M: dimulai dari diri sendiri, E: Eksplorasi konsep, R: ruang kolaborasi, D: demonstrasi kontekstual, E: elaborasi pemahaman, K: koneksi antar materi, A: tindakan nyata. Pada tahap Tindakan Nyata, peserta diharuskan membuat presentasi dan menyebarkan hasil kerja kelompok mereka dalam menyusun kurikulum adaptif/modifikasi.
Pemberdayaan Guru dan Fasilitator dalam Pembelajaran Kelas Rangkap pada Sanggar Belajar Malaysia Berpendekatan Profil Pelajar Pancasila Ratnasari Diah Utami; Minsih; Harun Joko Prayitno; Eka Destriyanto Pristi; Riska Yulia Ayu Lestari; Dwi Handayani; Vera Tristiana; Rifkah Yoviyanti; Klarissa Afif; Shohenuddin
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v5i1.11876

Abstract

Pembelajaran kelas rangkap merupakan suatu model pelaksanaan pembelajaran yang cukup asing di Indonesia. Namun, ada beberapa lembaga pendidikan yang perlu melaksanakan kelas rangkap karena kondisi siswa di dalam satu kelas terdapat berbagai rentang usia, serta adanya keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki. Sanggar Belajar yang ada di Malaysia adalah salah satu penyelenggara pendidikan yang mengalami kondisi seperti itu sehingga memerlukan opsi pembelajaran kelas rangkap. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pembelajaran kelas rangkap serta implementasi pelaksanaan kelas rangkap untuk guru dan siswa di sejumlah sanggar belajar yang ada di Malaysia yang dipusatkan di Sanggar Belajar Rawang Malaysia. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) Sosialisasi pelaksanaan untuk mendiskusikan dengan mitra terkait pelaksanaan pengabdian, (2) Pelatihan pada guru dalam pembelajaran kelas rangkap berpendekatan profil pelajar Pancasila, (3) Pendampingan pada guru dalam melaksanakan pembelajaran kelas rangkap, dan (4) Monitoring dan evaluasi pembelajaran kelas rangkap yang telah dilakukan guru. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengelolaan kelas sebelum diterapkan kelas rangkap masih rendah, namun melalui edukasi dan pelaksanaan kelas rangkap pembelajaran yang berlangsung di sanggar belajar menjadi lebih terorganisir dengan baik, dan (2) Hambatan dalam pelaksanaan kelas rangkap terdapat pada alat pembelajaran yang masih kurang seperti buku siswa dan keterbatasan media pembelajaran.