Wijayanti
Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Usia, Paritas, dan Pendidikan dalam Kepatuhan Ibu Hamil terhadap Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Miranda Azahra; Siti Soekiswati; Wijayanti
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.398

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi indeks utama dalam menilai pencapaian program kesehatan ibu. AKI di Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di Asia Tenggara. Pemanfaatan pelayanan antenatal care (ANC) yang tepat bisa menjadi suatu intervensi yang hemat biaya dalam menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu. Manfaat ANC adalah untuk memelihara kesehatan ibu dan anak dimulai dari periode kehamilan hingga masa nifas, serta melakukan deteksi dini faktor risiko pada kehamilan. Penelitian ini membahas tingkat kepatuhan ANC yang dilihat dari faktor predisposisi berupa usia, paritas, dan tingkat pendidikan ibu. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 95 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan ANC di Puskesmas Weru Sukoharjo dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data rekam medis kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Fisher. Analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan usia dengan tingkat kepatuhan kunjungan ANC memiliki nilai p = 0.324 (> 0.05), dan hubungan paritas dengan tingkat kepatuhan kunjungan ANC memiliki nilai p = 0.707 (> 0.05). Sementara itu, analisis hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan kunjungan ANC memiliki nilai p = 0.012 (< 0.05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu terhadap kepatuhan kunjungan ANC. Hubungan usia dan paritas terhadap kepatuhan kunjungan ANC ditemukan tidak signifikan. Peneliti menyarankan tenaga kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi tentang layanan ANC.