Siti Soekiswati
Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etika Autonomi dan Praktik Informed Consent pada Pasien Pre-Operasi di Rumah Sakit Putri Kamila; Siti Soekiswati; Yusuf Alam Romadhon; Busyra; Tria Puspita Sari
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.373

Abstract

Informed consent adalah informasi secara lengkap, sah, dan akurat yang diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan kepada pasien atau keluarga pasien sebelum tindakan medis dilakukan. Informed consent sangat penting diterapkan sebelum tindakan medis dilakukan, dan harus mengacu pada prinsip dasar kaidah bioetik autonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah informed consent pada pasien operasi di rumah sakit sudah sesuai dengan prinsip kaidah bioetik autonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan rekam medis, yang kemudian dianalisis dan dilakukan triangulasi data. Peneliti melakukan observasi selama pelayanan kesehatan di rumah sakit dalam berbagai situasi dari pagi hingga sore hari. Wawancara semi-terstruktur dilakukan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan penandatanganan informed consent sebagai pernyataan kesediaan menjadi informan dalam penelitian ini. Selain itu, peneliti juga merekap data dari rekam medis yang diberikan oleh Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan rumah sakit. Peneliti menganalisis pelaksanaan informed consent pada pasien pra-operasi di rumah sakit, apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip kaidah bioetik autonomi atau belum. Dapat disimpulkan bahwa informed consent pada pasien pra-operasi di rumah sakit sudah sesuai dengan kaidah bioetik autonomi.
Peran Usia, Paritas, dan Pendidikan dalam Kepatuhan Ibu Hamil terhadap Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Miranda Azahra; Siti Soekiswati; Wijayanti
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.398

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi indeks utama dalam menilai pencapaian program kesehatan ibu. AKI di Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di Asia Tenggara. Pemanfaatan pelayanan antenatal care (ANC) yang tepat bisa menjadi suatu intervensi yang hemat biaya dalam menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu. Manfaat ANC adalah untuk memelihara kesehatan ibu dan anak dimulai dari periode kehamilan hingga masa nifas, serta melakukan deteksi dini faktor risiko pada kehamilan. Penelitian ini membahas tingkat kepatuhan ANC yang dilihat dari faktor predisposisi berupa usia, paritas, dan tingkat pendidikan ibu. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 95 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan ANC di Puskesmas Weru Sukoharjo dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data rekam medis kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Fisher. Analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan usia dengan tingkat kepatuhan kunjungan ANC memiliki nilai p = 0.324 (> 0.05), dan hubungan paritas dengan tingkat kepatuhan kunjungan ANC memiliki nilai p = 0.707 (> 0.05). Sementara itu, analisis hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan kunjungan ANC memiliki nilai p = 0.012 (< 0.05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu terhadap kepatuhan kunjungan ANC. Hubungan usia dan paritas terhadap kepatuhan kunjungan ANC ditemukan tidak signifikan. Peneliti menyarankan tenaga kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi tentang layanan ANC.
Hubungan Usia, Pendidikan, dan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Hipertensi Berpendekatan Cross Sectional Rio Yunandar; Siti Soekiswati; Sri Wahyu Basuki; N Juni Triastuti; Nurul Istiqomah
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 4, No. 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v4i2.399

Abstract

Hipertensi dianggap sebagai salah satu masalah kesehatan paling berbahaya di seluruh dunia. Hipertensi dapat didiagnosis ketika seseorang memiliki dua hasil pengukuran tekanan darah yang berbeda, khususnya tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg. Variabel seperti usia, tingkat pendidikan, dan tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi timbulnya penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, dan prevalensi hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Strategi pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk memperoleh sampel sebanyak 78 lansia yang terdiagnosis hipertensi dan tidak hipertensi di posyandu lansia di Desa Kerten, Laweyan, Surakarta. Selain itu, uji chi-square digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Hubungan antara usia, tingkat pendidikan, dan tingkat pengetahuan dengan kejadian hipertensi terbukti tidak terdapat hubungan yang signifikan yaitu didapatkan hasil (p> 0,05). Studi ini menyarankan agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan, terutama mengenai penyakit hipertensi, tanpa memandang usia, karena hipertensi tidak hanya terjadi pada masa lansia. Usia yang sudah lanjut harus diimbangi dengan rasa kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri agar dapat menghindari terjadinya penyakit hipertensi pada masa lansia.