Fikramsyah Putra Ramadhan
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Makna Wahyu dan Peran Pesantren Salafi dalam Aksi Kemanusiaan Pascabencana: Studi Kasus Pesantren Ma’had Baitussalam Fikramsyah Putra Ramadhan; Andri Ashadi; Novizal Wendry
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren berbasis manhaj salafi dalam merespons persoalan kemanusiaan pascabencana, dengan menekankan pada konstruksi makna wahyu yang melandasi keterlibatan santri dalam aksi kemanusiaan. Studi ini dilakukan di Pesantren Ma’had Baitussalam yang berlokasi di Lubuk Minturun, Kota Padang, wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengajar dan santri, serta dokumentasi kegiatan kemanusiaan pascabencana. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan menerapkan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berperan aktif sebagai aktor sosial-keagamaan dalam aksi kemanusiaan pascabencana. Keterlibatan tersebut didasarkan pada pemaknaan Q.S. Al-Mā’idah ayat 2 sebagai perintah untuk mengamalkan nilai tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Wahyu dipahami tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai pedoman praktis yang membentuk orientasi moral dan tindakan santri. Keunikan pesantren ini terletak pada kecepatan respons dalam situasi darurat, keterlibatan langsung pengajar dan santri di lapangan, serta integrasi aksi kemanusiaan ke dalam proses pembinaan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren berbasis manhaj salafi memiliki potensi signifikan dalam mengintegrasikan kesalehan religius dengan praktik solidaritas sosial dalam konteks kebencanaan.