Faiza Marhamah Elyafi
Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktualisasi Qs. al-‘Asr dalam Pengelolaan Waktu Keluarga Profesional: Pendekatan Living Qur’an Faiza Marhamah Elyafi; Andri Ashadi; Novizal Wendry
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resepsi dan aktualisasi nilai-nilai Qs. al-‘Asr dalam praktik manajemen waktu keluarga profesional melalui perspektif living Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan sosiologis. Lokasi penelitian berada di Perumahan Kordang Damai, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dengan subjek penelitian keluarga profesional yang memiliki pekerjaan tetap di sektor formal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qs. al-‘Asr diresepsi oleh keluarga profesional secara fungsional dan reflektif. Lafaz wal-‘ashr dimaknai sebagai simbol keterbatasan waktu dan medan ujian kehidupan, yang melahirkan kesadaran akan pentingnya disiplin dan penetapan prioritas. Nilai iman dan amal saleh diaktualisasikan secara integratif dalam aktivitas profesional dan kehidupan keluarga, sehingga mengaburkan dikotomi antara aktivitas keagamaan dan duniawi. Nilai tawāṣau bil ḥaqq berfungsi sebagai prinsip tata kelola keluarga melalui komunikasi dan evaluasi internal, sementara tawāṣau bil ṣabr menjadi modal psikospiritual dalam menghadapi tekanan waktu dan dinamika kehidupan profesional. Secara keseluruhan, Qs. al-‘Asr berfungsi sebagai ethical framework dalam manajemen waktu keluarga profesional. Temuan ini menegaskan bahwa al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, tetapi juga diaktualisasikan sebagai pedoman hidup yang kontekstual dan relevan dengan realitas sosial modern.