Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KEDISIPLINAN DAN KINERJA PRAJURIT BATALYON KAVALERI 11/SERBU KODAM ISKANDAR MUDA Edwin Dwiguspana; Arwin Datumaya Wahyudi Sumari; Mitro Prihantoro
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v6i1.300

Abstract

Dalam sebuah organisasi, sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang memberikan kontribusi dominan dan bahkan dapat dikatakan memegang peranan penting diantara sumber daya-sumber daya lainnya. Kinerja prajurit di Batalyon Kavaleri (Yonkav) 11/Serbu Kodam Iskandar Muda telah mengalami penurunan yang ditunjukkan dari indikasi-indikasi yakni Tidak Hadir Tanpa Ijin (THTI), pelanggaran desersi, dan pulang kerja sebelum waktunya, serta belum maksimalnya ekspektasi kerja prajurit. Untuk mencapai hasil kerja yang baik dan maksimal maka prajurit perlu diberi rangsangan dengan memberikan kompensasi. Dalam rangka membuktikan hipotesis bahwa kompensasi berpengaruh kepada kedisiplinan dan kinerja prajurit, dilakukan penelitian menggunakan metode kuantitatif analisis regresi linier dengan desain penelitian random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sedang antara kompensasi terhadap kedisiplinan sebesar 0,435 dan pengaruh kuat kompensasi terhadap kinerja sebesar 0,522, sedangkan secara bersama-sama antara kompensasi terhadap kedisiplinan dan kinerja prajurit Yonkav 11/Serbu Kodam Iskandar Muda memberi tambahan sebesar 0,957. Penelitian ini telah membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara pemberian kompensasi dengan peningkatan kedisiplinan dan kinerja prajurit Yonkav 11/Serbu Kodam Iskandar Muda. Kata kunci: kedisiplinan, kinerja, kompensasi, prajurit Yonkav 11/Serbu Kodam Iskandar Muda
PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI-TSUNAMI DI PANGKALAN TNI AU PADANG AKIBAT MEGATHRUST MENTAWAI Arwin Datumaya Wahyudi Sumari; Sutopo Purwo Nugroho; Tri Nur Addin
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v6i1.304

Abstract

- Berdasarkan data geologi, sejak tahun 2009 para ahli telah memperkirakan bahwa di Kepulauan Mentawai akan terjadi gempa bumi besar (megathrust) dengan magnitudo 8,9 skala Richter dan 10 menit setelahnya akan terjadi tsunami di kepulauan tersebut. Pada menit ke-35, tsunami setinggi 10 meter akan sampai di Kota Padang yang berjarak 2,5 km dari garis pantai, tergantung topografi daratannya. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Padang termasuk salah satu wilayah yang terancam oleh megathrust Mentawai karena terletak hanya ±800 meter dari garis pantai. Untuk mengetahui seberapa tinggi risiko bencana gempa bumi di Lanud Padang, telah dilakukan penelitian dengan cara menilai bahaya gempa bumi, kerentanan bangunan, dan kapasitas masyarakat, sedangkan untuk mengetahui seberapa tinggi risiko dan dampak bencana tsunami dilakukan penilaian bahaya tsunami dan waktu evakuasi tsunami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi data dari sistem informasi geografis, citra potret udara, dan observasi di lapangan. Penilaian bahaya gempa bumi merupakan perpaduan informasi antara geologi Lanud dengan nilai indeks seismik Sumatera Barat. Penilaian kerentanan bangunan melalui observasi dengan menggunakan metode Rapid Visual Screening (RVS) of building for potential seismic hazard yang dikembangkan oleh Federal Emergency Management Agency (FEMA). Penilaian kapasitas masyarakat melalui wawancara dan kuesioner terhadap variabel kesadaran dan kesiapsiagaan. Penilaian bahaya tsunami dilakukan dengan memadukan informasi mengenai elevasi permukaan lahan, kelas kerawanan tsunami Kota Padang dan ketinggian air landasan tsunami. Penilaian waktu evakuasi tsunami dilakukan dengan memadukan informasi mengenai simulasi evakuasi bahaya tsunami dan klasifikasi waktu evakuasi. Berdasarkan hasil analisa, penilaian risiko bencana gempa bumi menghasilkan 5 (lima) kelas indeks risiko yaitu sangat rendah (0-0,240), rendah (0,241-0,480), sedang (0,481-0,720), tinggi (0,721-0,960) dan sangat tinggi (0,961-1,200). Penilaian dampak bencana tsunami menghasilkan lima kelas indeks dampak yaitu sangat rendah (0-1,17), rendah (1,171-1,710), sedang (1,711-2,250), tinggi (2,251-2,790) dan sangat tinggi (2,791-3,360). Upaya pengurangan risiko dilakukan dengan menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh bencana gempa bumi-tsunami. Kata Kunci: gempa bumi, kapasitas masyarakat, kerentanan bangunan, risiko, tsunami