Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI BAK SAMPAH SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI DESA CIPAEH Ririn Nisrina; Midza Alimatilla; Annisa Maharani; Ibra Putra Cheviola; Safitri Rohmah; Mohaemin Rokhemi; , Pramudi Harsono
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/4d4wkn83

Abstract

Persoalan sampah di wilayah perdesaan seringkali berakar bukan pada ketiadaan kemauan warga untuk hidup bersih, melainkan pada minimnya sarana yang memungkinkan kemauan itu terwujud. Kondisi tersebut ditemukan di Desa Cipaeh, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, tempat sejumlah titik permukiman belum memiliki tempat pembuangan sampah yang layak sehingga sebagian warga terbiasa membuang sampah sembarangan atau membakarnya di pekarangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya melalui penyediaan bak sampah di titik-titik strategis serta edukasi lingkungan yang menyertainya. Program dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa dengan pendekatan service learning, meliputi tahapan observasi, identifikasi masalah, koordinasi dengan pemerintah desa, persiapan alat dan bahan, pembuatan dan pemasangan bak sampah, edukasi warga, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan yang cukup berarti pada perilaku pembuangan sampah warga di sekitar titik pemasangan, ditandai dengan berkurangnya tumpukan sampah liar dan meningkatnya partisipasi warga dalam menjaga kebersihan bak sampah yang telah dibangun. Edukasi yang menyertai pemasangan fasilitas terbukti memperkuat efek program, sejalan dengan kerangka Theory of Planned Behavior yang menempatkan sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku sebagai penentu niat berperilaku. Program ini menegaskan bahwa penyediaan sarana fisik dan penguatan kesadaran kolektif merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam upaya membangun budaya hidup bersih di tingkat desa, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan.
METODE SOSIALISASI EFEKTIF TERHADAP PENCEGAHAN ANAK USIA SEKOLAH SEBAGAI PELAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KECAMATAN GUNUNG KALER Iron Fajrul Aslami; Fenia; Midza Alimatilla; Muhammad Lutfi Arya Putra
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/hfd1cy04

Abstract

Artikel ini mengkaji metode sosialisasi yang efektif dalam mencegah anak usia sekolah menjadi pelaku penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Kajian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan kegiatan sosialisasi, mengidentifikasi hasil dan tujuan strategis kegiatan, serta merumuskan metode pencegahan yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan sosio-legal. Data diperoleh dari dokumentasi kegiatan penyuluhan hukum yang dilaksanakan melalui kolaborasi KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 99 Desa Cipaeh dan Kelompok 100 Desa Ranca Gede, serta didukung oleh studi kepustakaan mengenai narkotika, perlindungan anak dan pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi selama 80 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab serta diskusi selama 30 menit. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan telah menghasilkan intervensi edukatif awal berupa peningkatan akses informasi, pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, kesadaran hukum dan terbentuknya ruang komunikasi antara peserta dan narasumber. Kajian menyimpulkan bahwa pencegahan perlu dikembangkan dari sosialisasi satu arah menjadi model partisipatif berbasis perlindungan anak melalui peer education, studi kasus, role play, literasi digital, penguatan peran keluarga dan sekolah serta mekanisme rujukan. Model tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan anak mengenali risiko, menolak ajakan penyalahgunaan narkotika dan mencegah anak berhadapan dengan hukum.