Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber pangan bergizi. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi kepada masyarakat serta pengenalan alternatif makanan bergizi yang mudah dibuat dari bahan pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting serta memberikan keterampilan dalam mengolah singkong menjadi nugget sebagai salah satu produk pangan bergizi berbahan lokal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, edukasi interaktif, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi pembuatan nugget singkong yang melibatkan peserta secara langsung. Sasaran kegiatan adalah masyarakat yang mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Evaluasi kegiatan dilakukan pada akhir pelaksanaan melalui kuesioner yang diikuti oleh 35 responden. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 34 responden (97,1%) memilih pengertian stunting yang tepat dan 31 responden (88,6%) memilih seluruh langkah pencegahan stunting yang sesuai. Dalam aspek pemanfaatan pangan lokal, seluruh responden (100%) menyatakan belum mengetahui sebelumnya bahwa singkong dapat diolah menjadi nugget bernutrisi, sedangkan 34 responden (97,1%) memilih kombinasi bahan yang sesuai untuk meningkatkan nilai gizi nugget setelah mengikuti kegiatan. Penilaian terhadap produk menunjukkan rata-rata skor rasa sebesar 4,74 dari 5 dan tekstur sebesar 4,60 dari 5. Seluruh responden menilai proses pembuatan nugget singkong minimal cukup mudah dan menyatakan sangat berminat untuk membuatnya sendiri di rumah. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyebab, dampak, dan upaya pencegahan stunting, serta memperoleh pengalaman dalam memanfaatkan singkong menjadi produk pangan yang bergizi, ekonomis, dan bernilai tambah. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.