Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI WEBSITE SMART VILLAGE SEBAGAI INOVASI DIGITALISASI PELAYANAN PUBLIK DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN PABUARAN KABUPATEN SERANG Muhammad Dzikra Pratama; Indi Juniartri Cahya Ningrum; Reza Triyana; Rizki Amilia.,M.A.P; Mufiida Fathiyyah; Priskila Edginawati Salim; Angga Dwi Putra
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/bxv39429

Abstract

Desa Tanjungsari merupakan salah satu wilayah administrasi di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, UMKM, dan wisata alam, namun belum memiliki media digital terintegrasi untuk mendukung pelayanan publik dan promosi potensi desa. Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 53 di Desa Tanjungsari bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah portal desa digital (smart village) sebagai sarana pelayanan administrasi, transparansi anggaran, dan promosi potensi lokal desa. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi kondisi desa, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembangunan website, hingga pelatihan pengoperasian kepada perangkat desa. Website yang dihasilkan, dapat diakses melalui smartvillagetanjungsari.com, dilengkapi dengan fitur profil dan sejarah desa, struktur pemerintahan, layanan surat digital yang terintegrasi dengan verifikasi RT/RW dan tanda tangan digital kepala seksi, layanan pengaduan warga, peminjaman fasilitas desa, direktori UMKM lokal beserta kontak WhatsApp pelaku usaha, peta geospasial interaktif potensi desa, informasi destinasi wisata, berita dan kabar desa, serta halaman transparansi APBDes, realisasi anggaran, dan dokumen resmi (RPJMDes, RKPDes, dan Peraturan Desa). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa portal digital ini mampu mempermudah warga dalam mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor desa, meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan desa, serta membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata setempat. Dengan adanya pelatihan pengelolaan konten kepada aparatur desa, keberlanjutan pengelolaan website diharapkan dapat terus berjalan meskipun program KKM telah selesai.