Eka Nur Amalia
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dialek Banyumas pada Tuturan Film Bocah Ngapak Karya Redra Palopike dalam Kanal Youtube Trans7 Eka Nur Amalia; Asropah; H.R. Utami
Sasindo Vol. 13 No. 2 (2025): Juli (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v13i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dialek Banyumas pada tuturan film Bocah Ngapak karya Rendra Palopike dalam kanal YouTube Trans7. Penelitian ini difokuskan mengenai unsur-unsur kebahasaan morfologi dan semantik. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kajian dialektologi. Sumber data adalah film Bocah Ngapak karya Rendra Polapike dalam kanal YouTube Trans7 yang diduga menggunakan dialek Banyumasan. Wujud data dalam penelitian ini adalah tuturan dialog pada film Bocah Ngapak karya Rendra Polapike dalam kanal YouTube Trans7 yang diduga menggunakan tuturan dialek Banyumasan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan deskriptif. Hasil analisis data dapat diketahui bahwa terdapat wujud morfologi dialek Banyumas dengan bahasa Indonesia, yaitu terdapat unsur morfologi, meliputi: afiksasi prefiks, afiksasi sufiks, afiksasi konfiks, dan reduplikasi dwilingga. Penggunaan wujud semantik dapat diambil salah satu bentuk yaitu sinonim atau persamaan makna, contohnya pada tuturan dialog Banyumas kata kepriwe dan kepriben kedua kata tersebut memiliki bentuk kebahasaan yang sama maknanya atau sinonim, dan kata kepriwe dan kepriben berarti bagaimana merupakan kalimat tanya. Dapat simpulkan bahwa wujud morfologi dan semantik tuturan dialog pada film Bocah Ngapak karya Rendra Polapike dalam kanal YouTube Trans7 ditunjukkan melalui kutipan dialog Banyumas. Unsur morfologi, meliputi: afiksasi prefiks, afiksasi sufiks, afiksasi konfiks, reduplikasi dwilingga, dan reduplikasi dwiwasana, sedangkan unsur semantik, yaitu sinonim,antonim homonim, hiponim, poliselim, dan metonomi.