Hillal Maulidalvis Kusman
Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPLOITASI ALAM DAN PEREMPUAN: MANIFESTASI KAJIAN EKOFEMINISME VANDANA SHIVA PADA CERPEN "KOTA INI ADALAH SUMUR" Fauril Misbahuddanil A’la; Dava Iqbal Maulana; Hillal Maulidalvis Kusman; Muhamad Faisal Maulana Gumelar; Ahmad Syauqil Alhasan
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p209-221

Abstract

This study aims to analyze and classify aspects of ecofeminism in the short story “Kota Ini Adalah Sumur”. This study uses Vandana Shiva's ecofeminism approach. The data source for this study is the short story “Kota Ini Adalah Sumur”. This study uses a descriptive qualitative approach. Data analysis was conducted through data reduction, data categorization, and data interpretation. The results of this study indicate that the short story “Kota Ini Adalah Sumur” contains aspects of ecofeminism: 1). The well as a symbol of the forgotten mother, 2). The fading collective memory of urban communities regarding the existence of wells, and 3). The parallelism of wounds: the exploitation of nature and women in the framework of ecofeminism.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasi aspek-aspek ekofeminisme yang ada dalam cerpen “Kota Ini Adalah Sumur”. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekofeminisme Vandana Shiva. Sumber data penelitian ini adalah cerpen “Kota Ini Adalah Sumur”. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi data, dan interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen “Kota Ini Adalah Sumur” mengandung aspek-aspek ekofeminisme: 1). Sumur sebagai simbol ibu yang terlupakan, 2). Pudarnya memori kolektif Masyarakat urban terhadap eksistensi sumur, dan 3). Paralelisme luka: eksploitasi alam dan perempuan dalam bingkai ekofeminisme.
ANALISIS PERUBAHAN MAKNA SEMANTIK KOSAKATA BAHASA KABUPATEN MALANG DALAM FILM YOWIS BEN Annisah Rahmadha Arifin; Dwi Sari Nur Febriyanti; Febi Ayu Putri Damayanti; Hillal Maulidalvis Kusman
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p236-253

Abstract

This study aims to analyze semantic shifts in the vocabulary of Javanese from Malang Regency as depicted in the film Yowis Ben, identify types of meaning changes, and explain the influencing factors. It employs a qualitative descriptive approach, using primary data from spoken utterances and film dialogues, along with secondary data from the Javanese Dictionary and relevant literature. Data collection involved observation and note-taking techniques, followed by analysis through identification, classification, and interpretation of meanings, validated via source triangulation. The findings identify ten vocabulary items undergoing semantic changes, including narrowing, total shift, broadening, and pejoration. This research contributes to understanding the dynamics of semantic change in regional languages in the modern era.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna kosakata bahasa Jawa Kabupaten Malang dalam film Yowis Ben, mengidentifikasikan jenis-jenis perubahan makna, serta menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer berupa tuturan lisan dan dialog film, serta data sekunder dari Kamus Bahasa Jawa dan literatur yang relevan. Pengumpulan data yang dilakukan melalui metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi makna dengan triangulasi sumber untuk validitas data. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh kosakata yang mengalami perubahan makna, meliputi penyempitan makna, perubahan total, perluasan makna, dan penurunan makna. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika perubahan semantik bahasa daerah di era modern.