Vasco Fitas da Cruz
Evora University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM IPAR ADALAH MAUT KARYA HANUM BRAMANTYO Gladis Dwi Atmaja; Ine Assa Yeasica; Farihah Ambar Wati; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v10i12026p254-274

Abstract

This study aims to analyze the application of politeness maxims in the film Ipar Adalah Maut. The method used is qualitative by observing and recording. The results of the analysis of 91 data show that most of the politeness maxims are obeyed (74.7%), while a small part is violated (25.3%). The film Ipar Adalah Maut has succeeded in creating communication that shows high levels of politeness in language and is accepted in society, making it not only popular with 4.74 million viewers. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maksim kesantunan dalam film Ipar Adalah Maut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan cara simak catat. Hasil analisis terhadap 91 data menunjukkan bahwa sebagian besar maksim kesantunan dipatuhi (74,7%), sementara sebagian kecil dilanggar (25,3%). Film Ipar Adalah Maut berhasil menciptakan komunikasi yang menunjukkan tingginya kesantunan berbahasa dan diterima di tengah masyarakat, menjadikannya tidak hanya populer dengan 4,74 juta penonton.
MENGUNGKAP BENCANA LINGKUNGAN DALAM LAGU “TARIAN PENGHANCUR RAYA” KARYA .FEAST: KAJIAN EKOKRITIK Nawang Wulan; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2024): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v8i22024p234-248

Abstract

This research is a qualitative research that aims to describe environmental damage and disasters represented through prose works and reviewed based on the concept of ecocriticism by Greg Garrard. The data source in this research is an indie genre song by the band Feast entitled Tarian Penghancur Raya. The data is in the form of song lyrics quotations, namely words, phrases, and sentences. The results found five forms of environmental disasters, namely (1) hailstone phenomenon, (2) air pollution, (3) greenhouse effect, (4) capture of wild fauna, and (5) exploitation of ornamental plants. In addition, there are two efforts to conserve and improve the environment, namely carbon trading and environmentally friendly cutlery and natural disaster warnings. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kerusakan dan bencana lingkungan yang direpresentasikan melalui karya prosa dan ditinjau berdasarkan konsep ekokritik oleh Greg Garrard. Sumber data pada penelitian ini adalah lagu genre indie karya band .Feast berjudul Tarian Penghancur Raya. Data berupa kutipan lirik lagu yaitu kata, frasa, dan kalimat. Hasil penelitian ditemukan lima bentuk bencana lingkungan, yaitu (1) fenomena hujan es batu, (2) pencemaran udara, (3) efek rumah kaca, (4) penangkapan fauna liar, dan (5) eksploitasi tanaman hias. Selain itu, terdapat dua upaya konservasi dan perbaikan lingkungan, yaitu jual beli karbon dan alat makan ramah lingkungan serta peringatan bencana alam.
REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA DALAM BUKU SULUH TUTUR BIPA UNTUK TINGKAT MADYA B-1 Irma Yuli Azizah; Imam Suyitno; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i22025p439-453

Abstract

This study aims to explain the variety of cultural topics, cultural presentation techniques, and cultural training in the Suluh Tutur BIPA Book for Intermediate Level B-1. This study uses a qualitative approach with content analysis methods. The data source for this study is the Suluh Tutur BIPA Book for Intermediate Level B-1. Data collection techniques use document analysis. Data analysis involves three stages: data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the variety of cultural topics includes the core cultural materials that need to be taught, cultural presentation techniques use verbal texts and multimodal texts, and the variety of cultural training consists of training and assignments. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ragam topik, teknik penyajian, dan ragam pelatihan budaya dalam buku Suluh Tutur BIPA untuk Tingkat Madya B-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah buku Suluh Tutur BIPA untuk Tingkat Madya B-1. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen. Analisis data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, pemaparan data, dan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ragam topik budaya memuat pokok-pokok materi budaya yang perlu diajarkan, teknik penyajian budaya menggunakan verbal teks dan teks multimodal, serta ragam pelatihan budaya terdiri atas pelatihan dan penugasan.
JENIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM NASKAH DRAMA “RT NOL RW NOL” DAN MAKSIM YANG DILANGGAR Fasya Mumtahanah; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p207-221

Abstract

This qualitative research aims to analyse the types of conversational implicature in the dialogue between characters in the drama script ‘RT Nol RW Nol’ by Iwan Simatupang that violates the four maxims of the principle of cooperation. The language data in the form of dialogue excerpts from the play ‘RT Nol RW Nol’ were analysed through three stages, namely the data provision stage, data analysis, and presentation of analysis results. The results of this study show that there are three types of conversational implicature in the drama script ‘RT Nol RW Nol’, all of which violate the maxims of cooperation. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis jenis implikatur percakapan pada dialog antartokoh dalam naskah drama “RT Nol RW Nol” karya Iwan Simatupang yang melanggar empat maksim prinsip kerja sama. Data bahasa yang berupa kutipan dialog naskah drama “RT Nol RW Nol” dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu tahap penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketiga jenis implikatur percakapan dalam naskah drama “RT Nol RW Nol” yang seluruhnya melanggar maksim kerja sama.
PENGALAMAN GURU BIPA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE DI AUSTRALIA: SEBUAH STUDI NARATIF nanang Purwanto; Vasco Fitas da Cruz
Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2025): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Department of Indonesian Literature, Faculty of Letters State University of Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v9i12025p237-248

Abstract

This study aims to explore the pedagogical experiences of BIPA teachers in online learning in Australia, focusing on adaptation to technological challenges and interactive teaching strategies. Using a qualitative narrative approach, data were collected through in-depth interviews with an experienced BIPA teacher. Thematic analysis revealed five main themes: technological adaptation, teaching strategies, technical challenges, interpersonal relationships with students, and self-reflection. The findings indicate that despite challenges such as unstable internet connections and limited physical interactions, teachers leveraged technology to create engaging learning experiences. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman pedagogis guru BIPA dalam pembelajaran daring di Australia, dengan fokus pada adaptasi terhadap tantangan teknologi dan strategi pengajaran interaktif. Menggunakan pendekatan kualitatif naratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seorang guru BIPA berpengalaman. Analisis tematik mengungkap lima tema utama: adaptasi teknologi, strategi pengajaran, tantangan teknis, hubungan interpersonal dengan siswa, dan refleksi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran daring menghadirkan tantangan seperti koneksi internet yang tidak stabil dan keterbatasan interaksi fisik, guru mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik.