p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Bangunan
Antelas Eka Winahyo
Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN GAYA MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 SINGOSARI Cindy Kharismawati; Antelas Eka Winahyo
Bangunan Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p113-122

Abstract

Gaya mengajar guru dalam pembelajaran praktik harus di perhatikan karena memiliki karakterisik berbeda dengan penmbelajaran teoritis. Beberapa guru jurusan SMKN 1 Singosari guru mengungkapkan bahwa telah menerapkan gaya mengajar yang disesuaikan dengan capaian belajar siswa, namun siswa masih kurang termotivasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Didukung dengan hasil uji observasi awal dapat disimpulkan bahwa siswa termotivasi sebesar 40,9% atau sebanyak 37 siswa, dan 59,1% atau 53 siswa masih kurang semangat dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Namun belum diketahui secara pasti tingkat motivasi belajar dalam pembelajaran praktik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ada atau tidaknya hubungan gaya mengajar guru dan motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Singosari khususnya pada pembelajaran praktik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan sampel dari siswa SMK Negeri 1 Singosari jurusan bangunan meliputi DPIB, TKP, dan Geomatika, dengan total responden sejumlah 245 siswa. Penentuan pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus dari slovin. sedagkan pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling berupa Proportional stratified random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan angket berupa kuisioner yang telah di uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji ststisik deskriptif dan uji korelasi pearson, uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan linieritas. Semua uji yang dilakukan menggunakan software SPSS 23 dan bantuan Microsoft Excel. Hasil pengujian menunjukkan gaya mengajar teknologis tergolong dalam kategori tinggi (31%), gaya mengajar interaksional dalam kategori tinggi (37%), motivasi belajar intrinsik dalam kategori tinggi (40%), dan motivasi ekstrinsik dalam kategori tinggi (46%). Nilai Koefisien korelasi pada variabel gaya mengajar guru dan motivasi belajar siswa sebesar 0,603 artinya memiliki hubungan positif secara signifikan termasuk dalam kategori kuat
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT SOAL PILIHAN GANDA BERBASIS STIMULUS DAN KETRAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI BAGI GURU SMK Sutrisno Sutrisno; Fadila Fitria Wulandari; Antelas Eka Winahyo; Made Wena
Bangunan Vol. 29 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v29i22024p123-130

Abstract

Rendahnya penyerapan lulusan SMK di lapangan pekerjaan kemungkinan sebagai akibat dari relevansi pendidikan dalam kemampuan memecahkan masalah. Akar dari kemampuan pemecahan masalah adalah ketrampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Peningkatan HOTS dapat dilakukan melalui penerapan soal ujian HOTS. Penerapan ujian ini dapat dilakukan bila guru telah mempunyai kemampuan yang baik dalam membuat soal HOTS. Karena kemampuan guru dalam membuat soal HOTS belum baik, maka diperlukan adanya peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam membuat stimulus dan soal pilihan ganda HOTS setelah penerapan model gabungan sharing, praktik, tutorial, dan presentasi hasil. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen one group pretes-postes. Teknik pengumpulan data menggunakan tes sebelum dan sesudah penerapan model. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan guru dalam membuat stimulus sebesar 27,57 persen dan signifikan, serta peningkatan kemampuan guru dalam membuat soal pilihan ganda HOTS sebesar 33,34 persen dan signifikan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa penerapan model gabungan sharing, praktik, tutorial, dan presentasi hasil dapat meningkatkan kompetensi guru dalam membuat soal pilihan ganda berbasis HOTS secara signifikan.