Devi Marvina
Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Akad Istishna dan KUHPerdata Pasal 1320 terhadap Praktik Jual Beli Rumah Indent Devi Marvina; Sandy Rizki Febriadi; Maman Surahman
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law 341-350
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v5i2.20760

Abstract

Abstract. This research is motivated by the widespread practice of indent house buying and selling offered with a sharia concept, but in practice various problems are found, especially defaults from developers who do not disburse funds to land owners and fail to complete house construction. The purpose of this research is to determine how the practice of indent house buying and selling in Housing X is carried out and to analyze its compliance with the istishna contract and Article 1320 of the Civil Code. This research uses a qualitative method with an empirical juridical approach. The object of the research is Housing X which is developed by a sharia developer, with data collection techniques through direct interviews with land owners, developers, and consumers. Data are analyzed through Islamic law and civil law approaches. The results of the research indicate that the practice of indent house buying and selling does not fully fulfill the requirements for a valid agreement and istishna contract, especially in the aspects of agreement clarity, building specifications, and handover time. This research concludes that the practice is not in accordance with the principles of muamalah fiqh or the provisions of the requirements for a valid agreement in civil law. Therefore, it is necessary to increase legal literacy and supervision from authorized institutions so that sharia principles are not misused merely as a marketing strategy. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik jual beli rumah secara indent yang ditawarkan dengan konsep syariah, namun dalam praktiknya ditemukan berbagai permasalahan, khususnya wanprestasi dari pihak developer yang tidak menyalurkan dana kepada pemilik lahan dan gagal menyelesaikan pembangunan rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli rumah indent di Perumahan X dijalankan serta menganalisis kesesuaiannya dengan akad istishna dan KUHPerdata Pasal 1320. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Objek penelitian adalah Perumahan X yang dikembangkan oleh pihak developer syariah, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung terhadap pemilik lahan, pihak developer, dan konsumen. Data dianalisis melalui pendekatan hukum Islam dan hukum perdata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli rumah indent tersebut tidak sepenuhnya memenuhi syarat sah perjanjian dan akad istishna, terutama dalam aspek kejelasan perjanjian, spesifikasi bangunan, dan waktu serah terima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik tersebut belum sesuai dengan prinsip fiqih muamalah maupun ketentuan syarat sah nya perjanjian dalam hukum perdata. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi hukum serta pengawasan dari lembaga berwenang agar prinsip syariah tidak disalahgunakan sebagai strategi pemasaran semata.