Abstract. Sleep serves as a process of recovery and stabilization of brain function, especially in processing and consolidating memory. Poor sleep quality can be caused by Excessive Daytime Sleepiness (EDS), a neurological disorder that causes excessive daytime sleepiness. Medical students have busy academic schedules and responsibilities in various activities that can significantly impact sleep quality. The purpose of this study was to analyze the incidence of EDS in medical students. This descriptive analytical study was conducted at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University on 160 students. Data were obtained from questionnaires given to medical students. Data were analyzed using univariate tests. The results of the univariate statistical test showed that the majority of medical students, as many as 73.1%, had EDS. Medical students often experience sleep disorders due to high academic loads, night shifts in hospitals, and night study habits, which can cause sleep deprivation and increase the risk of EDS. Abstrak. Tidur berfungsi sebagai proses pemulihan dan stabilisasi fungsi otak, terutama dalam memproses dan mengkonsolidasikan memori. Kualitas tidur yang buruk dapat disebabkan oleh Excessive Daytime Sleepiness (EDS) yaitu sebuah gangguan neurologis yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari. Mahasiswa kedokteran memiliki jadwal akademik yang padat, dan tanggung jawab dalam berbagai aktivitas yang dapat berdampak signifikan terhadap kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran kejadian EDS pada mahasiswa kedokteran. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun pada 160 orang. Data diperoleh dari kuesioner yang diberikan pada mahasiswa kedokteran. Data menggunakan uji univariat. Hasil uji statistik univariat didapatkan mayoritas mahasiswa kedokteran sebanyak 73,1% memiliki kondisi EDS. Mahasiswa kedokteran sering mengalami gangguan tidur karena beban akademik yang tinggi, shift malam di rumah sakit, dan kebiasaan belajar malam, yang dapat menyebabkan kurang tidur dan meningkatkan risiko EDS.