Widayanti
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Massa Lemak Tubuh dan Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA Muhammad Dafa Arsyi Munsyarief; Sadiah Achmad; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science 9-16
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22034

Abstract

Abstract. Sleep disturbances are common health problems among university students, particularly medical students who face high academic pressure and tend to adopt inactive lifestyles. Body fat mass and physical activity are suspected to influence sleep quality. This study aimed to assess body fat mass, physical activity levels, sleep quality, and to analyze the relationship between body fat mass and physical activity with sleep quality among medical students at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung. This research use a quantitative observational analytic method with a cross-sectional design. A total of 189 students were selected using purposive sampling. Body fat mass was measured using a Bioelectric Impedance Analyzer (BIA), physical activity was assessed using the IPAQ questionnaire, and sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using univariate and bivariate methods with Chi-Square and Spearman tests. The findings showed that most students had very high body fat mass (37%), low physical activity levels (73%), and poor sleep quality (83.6%). No significant relationship was found between body fat mass and sleep quality (p=0.441; r=0.164), nor between physical activity and sleep quality (p=0.631; r=0.532). In conclusion, body fat mass and physical activity were not significantly associated with sleep quality. Other factors, such as academic stres and lifestyle habits, are presumed to have a greater influence on students’ sleep quality. Abstrak. Gangguan tidur berdampak terhadap masalah kesehatan mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran yang menghadapi tekanan akademik tinggi dan gaya hidup kurang aktif. Massa lemak tubuh dan aktivitas fisik berpengaruh terhadap kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran massa lemak tubuh, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta menganalisis hubungan antara massa lemak tubuh dan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan metode analitik observasional kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 189 mahasiswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Massa lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectric Impedance Analyzer (BIA), aktivitas fisik menggunakan kuesioner IPAQ, dan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki massa lemak tubuh sangat tinggi (37%), aktivitas fisik rendah (73%), dan kualitas tidur buruk (83,6%). Tidak terdapat hubungan antara massa lemak tubuh dan kualitas tidur (p=0,441; r=0,164), serta antara aktivitas fisik dan kualitas tidur (p=0,631; r=0,532). Simpulan penelitian ini massa lemak tubuh dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan kualitas tidur. Faktor lain seperti stres akademik, dan gaya hidup diduga lebih berpengaruh terhadap kualitas tidur mahasiswa.
Excessive Daytime Sleepiness pada Mahasiswa Tingkat 4 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Citra Syadza Fauziyyah Wibawa; Yuniarti; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science 125-132
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22088

Abstract

Abstract. Sleep serves as a process of recovery and stabilization of brain function, especially in processing and consolidating memory. Poor sleep quality can be caused by Excessive Daytime Sleepiness (EDS), a neurological disorder that causes excessive daytime sleepiness. Medical students have busy academic schedules and responsibilities in various activities that can significantly impact sleep quality. The purpose of this study was to analyze the incidence of EDS in medical students. This descriptive analytical study was conducted at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University on 160 students. Data were obtained from questionnaires given to medical students. Data were analyzed using univariate tests. The results of the univariate statistical test showed that the majority of medical students, as many as 73.1%, had EDS. Medical students often experience sleep disorders due to high academic loads, night shifts in hospitals, and night study habits, which can cause sleep deprivation and increase the risk of EDS. Abstrak. Tidur berfungsi sebagai proses pemulihan dan stabilisasi fungsi otak, terutama dalam memproses dan mengkonsolidasikan memori. Kualitas tidur yang buruk dapat disebabkan oleh Excessive Daytime Sleepiness (EDS) yaitu sebuah gangguan neurologis yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari. Mahasiswa kedokteran memiliki jadwal akademik yang padat, dan tanggung jawab dalam berbagai aktivitas yang dapat berdampak signifikan terhadap kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran kejadian EDS pada mahasiswa kedokteran. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun pada 160 orang. Data diperoleh dari kuesioner yang diberikan pada mahasiswa kedokteran. Data menggunakan uji univariat. Hasil uji statistik univariat didapatkan mayoritas mahasiswa kedokteran sebanyak 73,1% memiliki kondisi EDS. Mahasiswa kedokteran sering mengalami gangguan tidur karena beban akademik yang tinggi, shift malam di rumah sakit, dan kebiasaan belajar malam, yang dapat menyebabkan kurang tidur dan meningkatkan risiko EDS.
Tinjauan Efek Antihiperkolesterolemik Ekstrak Etanol Umbi Yakon (Smallanthus sonchifolius) Putri Auliya Azka; Lelly Yuniarti; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science 1069-1076
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22483

Abstract

Abstract. Metabolic syndrome is a metabolic disorder characterized by central obesity, insulin resistance, dyslipidemia, and an increased risk of cardiovascular disease. One of the main lipid abnormalities associated with metabolic syndrome is elevated total cholesterol levels, which contribute to the development of atherosclerosis. Long-term use of lipid-lowering drugs such as simvastatin may cause adverse metabolic effects, prompting the exploration of alternative therapies based on natural products. Ethanol extract of yacon tuber (Smallanthus sonchifolius) contains fructooligosaccharides, inulin, and phenolic compounds that have the potential to modulate lipid metabolism. This study aims to review the potential of ethanol extract of yacon tuber in reducing total cholesterol levels in metabolic syndrome. This article is a literature review using relevant studies related to metabolic syndrome, hypercholesterolemia, ethanol extract of yacon tuber, and their bioactive components, as well as their lipid-lowering and anti-inflammatory mechanisms. The ethanol extract contains fructooligosaccharides, inulin, and phenolic compounds such as chlorogenic acid, which contribute to the inhibition of endogenous cholesterol synthesis, reduction of systemic inflammation, improvement of insulin sensitivity, and modulation of lipid metabolism. Abstrak. Sindrom metabolik merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh obesitas sentral, resistensi insulin, dislipidemia, serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu kelainan lipid utama yang menyertai sindrom metabolik adalah peningkatan kadar kolesterol total yang berperan dalam proses aterosklerosis. Penggunaan jangka panjang obat penurun lipid seperti simvastatin dapat menimbulkan berbagai efek samping metabolik, sehingga mendorong pencarian terapi alternatif berbasis bahan alam. Ekstrak etanol umbi yakon (Smallanthus sonchifolius) diketahui mengandung fruktooligosakarida, inulin, dan senyawa fenolik yang berpotensi memodulasi metabolisme lipid. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekstrak etanol umbi yakon dalam menurunkan kadar kolesterol total pada sindrom metabolik. Penulisan artikel ini merupakan studi literature review yang menggunakan berbagai sumber pustaka relevan terkait sindrom metabolik, hiperkolesterolemia, ekstrak etanol umbi yakon, serta mekanisme penurunan kolesterol dan efek antiinflamasi yang ditimbulkannya. Kandungan fruktooligosakarida, inulin, dan senyawa fenolik seperti asam klorogenat dalam ekstrak etanol umbi yakon berperan dalam penghambatan sintesis kolesterol endogen, penurunan inflamasi sistemik, peningkatan sensitivitas insulin, serta perbaikan metabolisme lipid.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Karyawan Di Universitas Islam Bandung Jason Maxwell; Ike Rahmawaty Alie; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science 1477-1484
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.23174

Abstract

Abstract. Physical fitness is a key indicator of a person’s health. Ideal BMI and regular physical activity are major factors influencing fitness. Optimal fitness allows employees to work effectively, resist disease, stay motivated, and handle challenges both on campus and in society. This study analyzes the relationship between BMI, physical activity, and physical fitness of employees at the Islamic University of Bandung. Using a cross-sectional design, 49 respondents were recruited via snowball sampling. BMI was measured through height and weight, physical activity was assessed with the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), and physical fitness was evaluated using the Harvard Step Test (HST). Spearman’s test analyzed the relationships between variables. Results indicated a significant relationship between BMI and physical fitness (p < 0.01), with employees of normal BMI showing better fitness than overweight or obese individuals. Physical activity also had a significant association with fitness (p < 0.01). These findings highlight that both maintaining a healthy BMI and engaging in adequate physical activity are important for enhancing the physical fitness of employees at the Islamic University of Bandung. Abstrak. Kebugaran jasmani merupakan indikator penting kesehatan seseorang. Indeks massa tubuh (IMT) ideal dan aktivitas fisik yang teratur menjadi faktor utama yang memengaruhi kebugaran. Kebugaran optimal memungkinkan karyawan bekerja secara efektif, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, tetap termotivasi, dan menghadapi tantangan baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Penelitian ini menganalisis hubungan antara IMT, aktivitas fisik, dan kebugaran jasmani karyawan di Universitas Islam Bandung. Dengan desain penelitian cross-sectional, sebanyak 49 responden diperoleh melalui teknik snowball sampling. Data IMT dikumpulkan melalui pengukuran tinggi dan berat badan, aktivitas fisik dinilai menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan kebugaran jasmani diukur dengan Harvard Step Test (HST). Analisis data menggunakan uji Spearman untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan kebugaran jasmani (p < 0,01). Karyawan dengan IMT normal memiliki kebugaran lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang overweight atau obesitas. Aktivitas fisik juga memiliki hubungan signifikan dengan kebugaran jasmani (p < 0,01). Temuan ini menekankan bahwa menjaga IMT normal dan melakukan aktivitas fisik yang optimal penting untuk meningkatkan kebugaran jasmani karyawan di Universitas Islam Bandung.