Abstract: Scabies is a contagious skin disease commonly found in Islamic boarding schools due to crowded living conditions and inadequate implementation of clean and healthy living behavior (PHBS). Parents’ knowledge plays an important role in shaping students’ health behavior. This study aimed to determine the relationship between parents’ PHBS knowledge level and the incidence of scabies at Baitur Rohman Islamic Boarding School, Pacet District. This study used an analytic observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 75 parents selected using total sampling. Data were collected using a PHBS knowledge questionnaire and scabies incidence data among students. Data analysis was performed using univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-Square test followed by Fisher’s Exact test due to unmet test assumptions. The results showed that scabies cases occurred among students whose parents had low and moderate PHBS knowledge, while no cases were found in the high knowledge group. The Fisher’s Exact test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between parents’ PHBS knowledge level and the incidence of scabies. In conclusion, there is a significant relationship between parents’ PHBS knowledge and scabies incidence. Abstrak. Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan pesantren akibat kepadatan hunian dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum optimal. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam pembentukan perilaku kesehatan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan PHBS orang tua santri dengan kejadian skabies di Pesantren Baitur Rohman, Kecamatan Pacet. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 orang tua santri yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan PHBS dan data kejadian skabies pada santri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan dilanjutkan dengan uji Fisher Exact karena syarat uji tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian skabies pada santri ditemukan orang tua santri memiliki tingkat pengetahuan PHBS rendah dan sedang, sedangkan pada kelompok pengetahuan tinggi tidak ditemukan kejadian skabies. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan PHBS orang tua santri dengan kejadian skabies. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan PHBS orang tua santri dengan kejadian skabies di Pesantren Baitur Rohman.