Abstract. Final-year medical students face accumulated academic loads that risk affecting their psychological condition. This study aims to describe the level of student well-being among the Class of 2022 at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung. This research used a descriptive quantitative method with a cross-sectional design. The research subjects were 50 final-semester students selected through purposive sampling technique. Primary data collection was conducted using the College Student Subjective Wellbeing Questionnaire (CSSWQ) instrument and processed using univariate statistical analysis. The results showed that the majority of students had well-being levels in the moderate category (76%), while the rest were in the low (14%) and high (10%) categories. These findings indicate that despite facing the academic pressures of the old curriculum such as thesis and integrated modules, students are able to maintain moderate psychological stability. This is presumably supported by religious coping mechanisms and an educational environment integrated with Islamic values. It is concluded that student well-being is maintained, but special attention is still needed for the group with low well-being to prevent academic decline. Abstrak. Mahasiswa kedokteran tingkat akhir menghadapi akumulasi beban akademik yang berisiko memengaruhi kondisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kesejahteraan (student well-being) pada mahasiswa Angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Objek penelitian adalah 50 mahasiswa semester akhir yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan instrumen kuesioner College Student Subjective Wellbeing Questionnaire (CSSWQ) dan diolah menggunakan analisis statistik univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kesejahteraan pada kategori sedang (76%), sedangkan sisanya berada pada kategori rendah (14%) dan tinggi (10%). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun menghadapi tekanan akademik kurikulum lama seperti skripsi dan modul integrasi, mahasiswa mampu mempertahankan stabilitas psikologis yang moderat. Hal ini diduga didukung oleh mekanisme koping religius dan lingkungan pendidikan yang terintegrasi nilai Islam. Disimpulkan bahwa kesejahteraan mahasiswa secara umum terjaga dengan baik, namun perhatian khusus tetap diperlukan bagi kelompok dengan kesejahteraan rendah guna mencegah penurunan performa akademik.