Abstract. Medical students face very high academic demands with a heavy workload and continuous evaluation pressures. Self-efficacy is a crucial psychological factor that reflects the academic and psychological readiness of medical students. This study aims to analyze the self-efficacy profile of medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung, from the 2022, 2023, and 2024 cohorts. The research employs a descriptive quantitative method, with sampling conducted using stratified proportional random sampling. The sample consists of 96 students selected according to inclusion and exclusion criteria. The results show that the self-efficacy of the 2023 cohort is the highest compared to the 2022 and 2024 cohorts, although the differences in the average scores between cohorts are not substantial. Greater variation in self-efficacy was found among the 2022 cohort, indicating differences in adaptation abilities and psychological readiness in facing academic demands. This study demonstrates that self-efficacy plays a protective role in helping students manage academic demands, supporting the finding that students with higher self-efficacy tend to experience lower levels of stress. Abstrak. Mahasiswa kedokteran menghadapi tuntutan akademik yang sangat tinggi dengan beban materi yang padat serta tekanan evaluasi berkelanjutan. Efikasi diri merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat penting yang mencerminkan kesiapan akademik dan psikologis mahasiswa kedokteran.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran efikasi diri pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung angkatan 2022, 2023, dan 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Sampel terdiri dari 96 mahasiswa yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri mahasiswa angkatan 2023 memiliki rata-rata tertinggi dibandingkan dengan angkatan 2022 dan 2024, meskipun perbedaan nilai rata-rata antarangkatan tidak terlalu besar. Variasi efikasi diri yang lebih besar ditemukan pada mahasiswa angkatan 2022, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan adaptasi dan kesiapan psikologis dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri berperan sebagai faktor protektif dalam membantu mahasiswa mengelola tuntutan akademik, yang mendukung temuan bahwa mahasiswa dengan efikasi diri yang lebih tinggi cenderung mengalami tingkat stres yang lebih rendah.