Abstract. Dengue hemorrhagic fever (DHF) in children requires simple and readily available predictive indicators to estimate the length of hospital stay. The neutrophil to lymphocyte ratio (NLR) and platelet to lymphocyte ratio (PLR) are hematological parameters that reflect systemic inflammatory responses. This study aimed to compare NLR and PLR in relation to the length of hospital stay among pediatric DHF patients at RSUD dr. Slamet Garut. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted involving 47 hospitalized pediatric patients from January to December 2024. Univariate analysis showed that most patients were male and had a hospital stay longer than three days, with median NLR and PLR values within the range of mild to moderate inflammation. Data were obtained from medical records and analyzed using the Mann–Whitney test and multiple linear regression. Bivariate analysis demonstrated no significant differences between NLR or PLR categories and the length of hospital stay (p > 0.05). However, multivariate analysis revealed that NLR and PLR simultaneously had a significant effect on the length of hospital stay (p < 0.001), explaining 37.2% of its variability. Partially, NLR showed a more dominant effect compared to PLR. In conclusion, NLR and PLR may serve as supportive indicators for predicting the length of hospital stay in pediatric DHF patients, with NLR being the stronger predictor. Abstrak. Demam berdarah dengue (DBD) pada anak memerlukan indikator prediktif yang sederhana dan mudah diperoleh untuk memperkirakan lama rawat inap. Rasio neutrofil limfosit (NLR) dan rasio trombosit limfosit (PLR) merupakan parameter hematologi yang mencerminkan respons inflamasi sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan NLR dan PLR dengan lama rawat inap pada pasien anak dengan DBD di RSUD dr. Slamet Garut. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 47 pasien anak yang dirawat inap selama periode Januari–Desember 2024. Analisis univariat menunjukkan sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki dan menjalani lama rawat inap lebih dari tiga hari, dengan nilai median NLR dan PLR masing-masing berada dalam rentang inflamasi ringan hingga sedang. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney serta regresi linier berganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kategori NLR maupun PLR terhadap lama rawat inap (p > 0,05). Namun, analisis multivariat menunjukkan bahwa NLR dan PLR secara simultan berpengaruh signifikan terhadap lama rawat inap (p < 0,001) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 37,2%. Secara parsial, NLR memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan PLR. Kesimpulannya, NLR dan PLR dapat digunakan sebagai indikator pendukung dalam memprediksi lama rawat inap pasien anak dengan DBD, dengan NLR sebagai prediktor yang lebih kuat.