Abstract. Low back pain (LBP) is one of the musculoskeletal disorders commonly experienced by office workers and has a significant impact on work productivity. The increasing use of computer-based work systems has led workers to spend prolonged periods in static sitting positions. This study aimed to describe sitting duration, the occurrence of low back pain, and to analyze the relationship between sitting duration and low back pain among office workers at PLN UID UP3 Menteng in 2025 This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 83 office workers from the Information Technology, general affairs, budgeting, and management departments were selected using random sampling. Sitting duration was assessed using the Occupational Sitting and Physical Activity Questionnaire (OSPAQ), while low back pain was evaluated using the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. The results showed that the majority of respondents had a sitting duration of ≥5 hours per day (74.7%), and 39.8% of respondents did not experience low back pain. Bivariate analysis revealed a statistically significant association between sitting duration and the occurrence of low back pain (p = 0.014). In conclusion, there is a significant relationship between prolonged sitting and low back pain among office workers. Therefore, regulation of sitting duration and the implementation of ergonomic principles in the workplace are necessary to reduce the risk of low back pain. Abstrak. Low back pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja kantor dan berdampak pada penurunan produktivitas kerja. Peningkatan sistem kerja berbasis komputer menyebabkan pekerja menghabiskan waktu kerja dalam posisi duduk statis dalam durasi yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lama duduk, kejadian low back pain, serta menganalisis hubungan antara lama duduk dan low back pain pada pekerja kantor PLN UID UP3 Menteng tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 83 pekerja dari bagian Teknologi Informatika, umum, anggaran, dan manajemen yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Lama duduk diukur menggunakan Occupational Sitting and Physical Activity Questionnaire (OSPAQ), sedangkan kejadian low back pain dinilai menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki lama duduk ≥5 jam per hari (74,7%) dan sebanyak 39,8% responden tidak mengalami low back pain. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara lama duduk dan kejadian low back pain (p=0,014). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara lama duduk dan low back pain pada pekerja kantor, sehingga diperlukan pengaturan waktu duduk dan penerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja.