Abstract. Nutritional status is one of the factors that plays an important role in supporting the physical and cognitive development of school-aged children, including learning concentration. Good concentration is essential for elementary school students to support the learning process and academic achievement. This study aimed to analyze the relationship between nutritional status and concentration level among sixth-grade students at SDN Sukasenang, Singaparna District. This study employed an observational quantitative method with across-sectionaldesign. A total of 105 students were included using atotal samplingtechnique. Nutritional status was assessed through anthropometric measurements, including body weight and height, which were then used to calculate body mass index-for-age based on World Health Organization standards. Concentration level was measured using theGrid Concentration Test. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with theFisher Exact Testat a significance level of 0.05. The results showed that most students had normal nutritional status (84.8%) and a moderate level of concentration (78.0%). Bivariate analysis indicated no significant relationship between nutritional status and students’ concentration level (p = 0.681). It can be concluded that nutritional status is not the sole factor influencing concentration level among sixth-grade students, indicating the need to consider other factors that may affect children’s learning concentration. Abstract. Status gizi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam mendukung perkembangan fisik dan kognitif anak usia sekolah, termasuk kemampuan konsentrasi belajar. Konsentrasi yang baik sangat diperlukan pada anak sekolah dasar untuk menunjang proses pembelajaran dan pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan tingkat konsentrasi pada siswa kelas 6 di SDN Sukasenang Kecamatan Singaparna. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 105 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur melalui pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan yang kemudian dihitung indeks massa tubuh menurut umur berdasarkan standar World Health Organization. Tingkat konsentrasi diukur menggunakan Grid Concentration Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (84,8%) dan tingkat konsentrasi sedang (78,0%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan tingkat konsentrasi siswa (p = 0,681). Disimpulkan bahwa status gizi bukan merupakan faktor tunggal yang memengaruhi tingkat konsentrasi pada siswa kelas 6 di SDN Sukasenang, sehingga diperlukan perhatian terhadap faktor lain yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar anak.