Haikal Ahmad Nur Rahman
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Durasi Pengobatan Tuberkulosis Paru terhadap Perubahan Status Nutrisi pada Pasien Tuberkulosis Anak di RS Rotinsulu Bandung Haikal Ahmad Nur Rahman; Wida Purbaningsih; Samsudin Surialaga
Bandung Conference Series: Medical Science 581-588
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22273

Abstract

Abstract. Nutritional status is a critical determinant of treatment outcomes in pediatric tuberculosis (TB), as chronic infection induces metabolic stress, appetite suppression, and increased energy expenditure. Although anti-TB therapy is expected to improve nutritional recovery, evidence regarding the influence of treatment duration on nutritional improvement in children remains limited. This study aimed to compare changes in nutritional status across two treatment durations 2 months and 6 months in pediatric TB patients at Rotinsulu Hospital, Bandung. A prospective cohort design was employed involving children diagnosed with TB who met the inclusion criteria and completed follow-up evaluations. Samples were obtained using consecutive sampling. Nutritional status was assessed at the second and sixth month of treatment using medical record data. The association between treatment duration and nutritional change was analyzed using the Chi-square test. Of the 200 observations collected from 100 patients, 73.5% demonstrated improvement in nutritional status. Although the 6- month group exhibited a higher proportion of improvement compared to the 2-month group, the difference was not statistically significant (p = 0.262). The odds ratio (OR= 1.44; 95% CI: 0.76–2.70) indicated no meaningful effect of treatment duration on nutritional recovery. These findings suggest that nutritional improvement among pediatric TB patients is not determined solely by treatment duration but may be more strongly influenced by baseline nutritional status, adherence to therapy, and dietary adequacy throughout treatment. Abstrak. Status nutrisi merupakan determinan penting dalam keberhasilan terapi tuberkulosis (TB) pada anak, karena infeksi kronis dapat memicu stres metabolik, penurunan nafsu makan, serta peningkatan kebutuhan energi. Meskipun pengobatan TB diharapkan dapat mendukung pemulihan status nutrisi, bukti mengenai pengaruh durasi terapi terhadap perbaikan status nutrisi masih terbatas pada populasi anak. Penelitian ini bertujuan membandingkan perubahan status nutrisi berdasarkan dua durasi pengobatan 2 bulan dan 6 bulan pada pasien TB anak di RS Rotinsulu Bandung. Desain penelitian menggunakan cohort prospektif dengan sampel anak yang terdiagnosis TB dan memenuhi kriteria inklusi. Sampel diperoleh melalui consecutive sampling. Status nutrisi dievaluasi pada bulan ke-2 dan bulan ke-6 pengobatan berdasarkan data rekam medis. Hubungan antara durasi terapi dan perubahan status nutrisi dianalisis menggunakan uji Chi-square. Dari total 200 observasi pada 100 pasien, 73,5% menunjukkan perbaikan status nutrisi. Kelompok dengan durasi 6 bulan memperlihatkan proporsi perbaikan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok 2 bulan, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik (p = 0,262). Nilai odds ratio (OR = 1,44; 95% CI: 0,76–2,70) juga menunjukkan bahwa durasi pengobatan tidak berpengaruh signifikan terhadap perbaikan status nutrisi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemulihan nutrisi pada anak dengan TB tidak ditentukan oleh durasi terapi semata, melainkan lebih dipengaruhi oleh status gizi awal, kepatuhan pengobatan, dan kecukupan asupan nutrisi selama perawatan.