Abstract. Preeclampsia is a pregnancy complication that significantly contributes to maternal and neonatal morbidity and mortality. Identifying associated risk factors is essential as the basis for early detection and prevention strategies. Maternal age, parity, and body mass index (BMI) are often linked to preeclampsia, although previous studies have reported varying results. This study aimed to analyze the relationship between maternal age, parity, and BMI with the incidence of preeclampsia among mothers delivering at RSUD Cibabat, Cimahi, during 2023–2024. An analytical observational design with a case control approach was employed. The sample consisted of mothers diagnosed with preeclampsia as the case group and mothers without preeclampsia as the control group, selected through total sampling based on accessible population based on medical records. Data analysis was conducted using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The findings revealed that maternal age was significantly associated with preeclampsia (p = 0.012), with higher risk observed in advanced maternal age compared to the safe reproductive age group. Parity also showed a significant association (p = 0.001), with increased risk among nullipara and high-parity mothers. The difference between above-normal BMI categories (overweight and obesity) dis not show a significant difference (p = 0,242). In conclusion, maternal age and parity are risk factor for the occurrence of preeclampsia. Meanwhile, the difference in above normal BMI (obverweight and obesity) has the same impact on the incidence of preeclampsia. Abstrak, Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontibusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Identifikasi faktor risiko menjadi penting sebagai dasar deteksi dini dan pencegahan. Usia ibu, paritas, dan indeks massa tubuh (IMT) sering dikaitkan dengan preeklampsia, meskipun hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara usia, paritas, dan IMT dengan kejadian preeklamsia pada ibu melahirkan di RSUD Cibabat Kota Cimahi tahun 2023–2024. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 218 sampel, terdiri dari ibu melahirkan dengan preeklamsia sebagai kelompok kasus dan ibu tanpa preeklamsia sebagai kontrol, diambil melalui total sampling dari populasi terjangkau berdasarkan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia (p = 0,012), di mana kelompok usia berisiko lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan usia reproduksi aman. Paritas juga memiliki hubungan bermakna (p = 0,001), dengan risiko lebih tinggi pada ibu nullipara dan paritas tinggi. Perbedaan IMT diatas normal (overweight dan obesity) menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,242). Simpulannya, usia ibu dan paritas merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Sedangkan perbedaan IMT diatas normal (overweight dan obesity) memberikan dampak yang sama untuk kejadian preeklamsia.