Jusuf Sulaeman Effendi
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Muthia Jasmine; Jusuf Sulaeman Effendi; Siska Nia Irasanti
Bandung Conference Series: Medical Science 639-646
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22303

Abstract

Abstract. Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain key indicators of the quality of maternal and child health services in Indonesia. One of the strategies to prevent pregnancy complications is maternal compliance with standard Antenatal Care (ANC) visits. Knowledge of danger signs in pregnancy plays an important role in increasing awareness and compliance with ANC examinations. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge about pregnancy danger signs and compliance with the frequency of ANC visits among pregnant women at Gunung Sembung Health Center, Subang Regency, in 2025. The research design used was analytic observational with a cross-sectional approach. The study population consisted of all third-trimester pregnant women attending ANC visits, with samples determined using simple random sampling according to inclusion and exclusion criteria. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most pregnant women had good knowledge of pregnancy danger signs and the majority were compliant with ANC visit frequency. Statistical analysis yielded a p-value <0.05, indicating a significant relationship between pregnant women’s knowledge of pregnancy danger signs and compliance with ANC visits. These findings highlight the importance of health education as an effort to improve maternal service quality. Abstrak. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Salah satu strategi pencegahan komplikasi kehamilan adalah kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) sesuai standar. Pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap pemeriksaan ANC. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan frekuensi kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Gunung Sembung Kabupaten Subang tahun 2025. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan ANC, dengan sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan dan mayoritas patuh terhadap frekuensi kunjungan ANC. Uji statistik menghasilkan nilai p <0,05, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan maternal.
Hubungan Usia Ibu, Paritas, dan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Preeklamsia di Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Kota Cimahi Periode Tahun 2023–2024 Mia Aulia Syahrani; Jusuf Sulaeman Effendi; Indri Budiarti
Bandung Conference Series: Medical Science 1411-1418
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22770

Abstract

Abstract. Preeclampsia is a pregnancy complication that significantly contributes to maternal and neonatal morbidity and mortality. Identifying associated risk factors is essential as the basis for early detection and prevention strategies. Maternal age, parity, and body mass index (BMI) are often linked to preeclampsia, although previous studies have reported varying results. This study aimed to analyze the relationship between maternal age, parity, and BMI with the incidence of preeclampsia among mothers delivering at RSUD Cibabat, Cimahi, during 2023–2024. An analytical observational design with a case control approach was employed. The sample consisted of mothers diagnosed with preeclampsia as the case group and mothers without preeclampsia as the control group, selected through total sampling based on accessible population based on medical records. Data analysis was conducted using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The findings revealed that maternal age was significantly associated with preeclampsia (p = 0.012), with higher risk observed in advanced maternal age compared to the safe reproductive age group. Parity also showed a significant association (p = 0.001), with increased risk among nullipara and high-parity mothers. The difference between above-normal BMI categories (overweight and obesity) dis not show a significant difference (p = 0,242). In conclusion, maternal age and parity are risk factor for the occurrence of preeclampsia. Meanwhile, the difference in above normal BMI (obverweight and obesity) has the same impact on the incidence of preeclampsia. Abstrak, Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontibusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Identifikasi faktor risiko menjadi penting sebagai dasar deteksi dini dan pencegahan. Usia ibu, paritas, dan indeks massa tubuh (IMT) sering dikaitkan dengan preeklampsia, meskipun hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara usia, paritas, dan IMT dengan kejadian preeklamsia pada ibu melahirkan di RSUD Cibabat Kota Cimahi tahun 2023–2024. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 218 sampel, terdiri dari ibu melahirkan dengan preeklamsia sebagai kelompok kasus dan ibu tanpa preeklamsia sebagai kontrol, diambil melalui total sampling dari populasi terjangkau berdasarkan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia (p = 0,012), di mana kelompok usia berisiko lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan usia reproduksi aman. Paritas juga memiliki hubungan bermakna (p = 0,001), dengan risiko lebih tinggi pada ibu nullipara dan paritas tinggi. Perbedaan IMT diatas normal (overweight dan obesity) menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,242). Simpulannya, usia ibu dan paritas merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Sedangkan perbedaan IMT diatas normal (overweight dan obesity) memberikan dampak yang sama untuk kejadian preeklamsia.